KLIK SAJA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai melakukan audit konstruksi terhadap 80 pondok pesantren (ponpes) tua di Indonesia.
Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi dan mitigasi terhadap potensi kerusakan bangunan, menyusul insiden ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana, menjelaskan bahwa audit difokuskan pada pesantren yang memiliki lebih dari 1.000 santri dan/atau bangunan bertingkat empat lantai.
“Sampai Desember ini ada 80 pondok pesantren yang akan diaudit. Kami melakukan review dokumen perencanaan dan memberikan rekomendasi perbaikan,” ujar Dewi saat meninjau Ponpes Tremas di Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (10/10/2025).
Ponpes Tremas menjadi salah satu lokasi audit karena termasuk pesantren tertua di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1820.
Pesantren ini menjadi simbol sejarah pendidikan Islam di Tanah Air sekaligus menjadi contoh penting bagaimana bangunan tua perlu mendapat perhatian khusus dari sisi konstruksi dan keselamatan.
Dewi menambahkan, jumlah pesantren di Indonesia mencapai lebih dari 42 ribu, sehingga proses audit dilakukan secara bertahap.
Pemerintah memprioritaskan pesantren dengan risiko tinggi berdasarkan jumlah santri dan tinggi bangunan.
“Kami mendampingi proses persetujuan pembangunan gedung. Kalau nanti ditemukan kekurangan, akan diputuskan apakah perlu dilakukan intervensi fisik atau tidak,” jelasnya.
Menurut Dewi, 80 pesantren yang masuk tahap audit tersebar di beberapa provinsi, antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Aceh, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Untuk tindak lanjut berupa perbaikan fisik, Kementerian PUPR masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Langkah Kementerian PUPR ini patut diapresiasi sebagai bentuk nyata mitigasi risiko bangunan pendidikan berbasis pesantren, terutama di tengah meningkatnya jumlah santri di berbagai daerah.
Audit konstruksi menjadi penting agar insiden tragis seperti ambruknya Ponpes Al Khoziny tidak kembali terulang.
Sebagaimana diketahui, bangunan tiga lantai di Ponpes Al Khoziny ambruk pada 29 Agustus 2025, menelan 67 korban jiwa dari total 171 orang yang tertimpa reruntuhan.