Permodalan koperasi didukung oleh Himpunan Bank Negara (Himbara), sementara keanggotaannya juga memanfaatkan digitalisasi dengan pendaftaran melalui Google Form.
Selain itu, KKMP Tukangkayu juga melakukan pemberdayaan masyarakat melalui produk lokal.
Gula dan kopi khas Banyuwangi dipasarkan dengan kemasan kekinian agar dapat menjangkau konsumen anak muda.
“Supaya customer di koperasi ini tidak hanya orang tua, tapi juga anak-anak muda tertarik berbelanja di sini,” tutur Imam.
Baca Juga: Natalius Pigai: Kasus Keracunan MBG Tidak Melanggar HAM
Kesempatan yang sama, Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi Dwiana Puspitasar melalui Asisten Manajemen Bisnis, Yudha, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh keberadaan koperasi sebagai bagian dari program strategis nasional.
“Komoditas yang kami distribusikan antara lain beras SPHP sesuai penugasan pemerintah untuk stabilisasi harga, serta beras premium Punokawan yang harganya bersaing di Banyuwangi. Selain itu ada juga gula pasir dan minyak goreng,” jelas Yudha.
Keberadaan Koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan bukan untuk menyaingi pelaku UMKM, melainkan menjadi mitra strategis. Koperasi diharapkan dapat memperkuat rantai distribusi dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi masyarakat.***
Artikel Terkait
Informasi Jadwal Pelayaran KM Sirimau Bulan Oktober 2025, Catat Tanggal dan Harga Tiketnya!
Cek Disini! Info Jadwal KM Tilongkabila Bulan Oktober 2025, Catat Tanggal dan Harga Tiketnya!
Miris! Agen Imigrasi AS Tangkap Seorang Kepala Sekolah Iowa Warganegara Guyana yang Tak Bersalah
Cek Disini! Info Jadwal dan Harga Tiket Kapal Pelni KM Bukit Raya Oktober 2025, Catat Tanggalnya!
Info Budak Ponti! Jadwal Kapal Pelni dari Pelabuhan Dwikora Pontianak Per Oktober 2025