Dampak Guguran Lava Merapi Periode 19-25 September 2025: Kubah Barat Daya Berubah, Volume Kubah Tengah Tetap

photo author
- Sabtu, 27 September 2025 | 14:52 WIB
Dampak Guguran Lava Merapi Periode 19-25 September 2025: Kubah Barat Daya Berubah, Volume Kubah Tengah Tetap (Foto hasil analisis perubahan morfologi Gunung Merapi dari Pos Pengamatan Gunung Api Babadan 2 hingga Selasa (23/9). Sumber: BPPTKG)
Dampak Guguran Lava Merapi Periode 19-25 September 2025: Kubah Barat Daya Berubah, Volume Kubah Tengah Tetap (Foto hasil analisis perubahan morfologi Gunung Merapi dari Pos Pengamatan Gunung Api Babadan 2 hingga Selasa (23/9). Sumber: BPPTKG)

Sementara itu, pemantauan deformasi atau perubahan bentuk tubuh gunung yang dilakukan melalui pengukuran EDM dan GPS menunjukkan kondisi yang relatif stabil.

Jarak pengukuran dari titik tetap ke reflektor di beberapa sektor hanya mengalami perubahan sangat kecil yang dianggap tidak signifikan.

Hasil pengamatan visual dan instrumental menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tergolong tinggi.

Saat ini, Merapi masih mengalami erupsi efusif, yaitu keluarnya magma secara perlahan dalam bentuk lava dan material guguran.

Baca Juga: Harimau Malaya Dihukum FIFA Akibat Dokumen Palsu, Skandal Permainan Kotor Rusak Citra Sepak Bola Malaysia di Kancah Internasional

Berdasarkan kondisi tersebut, status aktivitas Merapi tetap berada pada tingkat Siaga (Level III).

Data pemantauan juga mengindikasikan bahwa suplai magma ke dalam tubuh gunung masih terus berlangsung, sehingga dapat memicu terjadinya awan panas guguran, terutama di area yang sudah dipetakan sebagai zona potensi bahaya.

Potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awan panas di sektor selatan–barat daya, yang mencakup alur Sungai Boyong dengan jarak maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.

Kemudian di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup alur Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat mencapai radius hingga 3 kilometer dari puncak.

Rekomendasi dan Upaya Mitigasi

Kepada seluruh pemangku kepentingan penanggulangan bencana Gunung Merapi, direkomendasikan agar Pemerintah Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten terus melakukan berbagai langkah mitigasi menghadapi ancaman erupsi yang masih berlangsung.

Baca Juga: Bergabung di Dapur SPPG Cijayanti, Ahmad Baidawi Rasakan Langsung Manfaat Program MBG Bagi Pencari Kerja

Upaya tersebut mencakup peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kesiapsiagaan, serta penyiapan sarana dan prasarana evakuasi agar proses penyelamatan dapat berjalan cepat dan aman bila situasi darurat terjadi.

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam wilayah potensi bahaya, tetap waspada terhadap ancaman awan panas guguran (APG) dan lahar, terutama ketika hujan turun di sekitar puncak Merapi, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik yang dapat memengaruhi kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: BPPTKG

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X