KLIK SAJA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur sekaligus pemilik PT Zahra Oto Mandiri (Uhud Tour), Khalid Zeed Abdullah Basalamah, sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024 di Kementerian Agama (Kemenag).
Plt. Direktur Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyampaikan bahwa Khalid diperiksa karena ikut berangkat haji pada 2024 sebagai jamaah sekaligus pembimbing yang menggunakan kuota haji khusus tambahan.
“Kami memeriksa saudara KB (Khalid Basalamah) sebagai saksi fakta. Yang bersangkutan berangkat bersama rombongannya pada 2024,” kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2025).
Asep membenarkan pernyataan Khalid yang sebelumnya berniat berangkat menggunakan jalur haji furoda, namun kemudian berpindah ke jalur haji khusus setelah ditawari oleh Komisaris PT Muhibbah Mulia Wisata, Ibnu Mas’ud.
Menurut Asep, sebagian jamaah merasa dibohongi karena mengira berangkat dengan visa furoda, padahal menggunakan kuota haji khusus tambahan.
“Mereka merasa dibohongi. Mau berangkat dengan visa furoda, tapi ternyata menggunakan kuota khusus dari tambahan 20 ribu. Salah satunya dipakai rombongan Ustaz KB,” jelas Asep.
Baca Juga: KPK: Eks Wamenaker Noel Juga Terima Aliran Dana Lain di Luar Kasus Pemerasan Sertifikasi K3
Khalid menerima tawaran berpindah dari furoda ke haji khusus bersama 121 jamaah lain, dengan dasar Keputusan Menteri Agama (Kepmenag) RI Nomor 130 Tahun 2024 tentang Kuota Haji Tambahan.
Dalam Kepmen tersebut, kuota tambahan 20.000 jamaah dibagi rata: 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus.
“Saat itu wajar, kuota khusus tersedia, lalu diambil oleh Pak KB dan rombongannya,” ujar Asep.
KPK masih mendalami sejauh mana pengetahuan Khalid terkait aturan haji khusus, terutama karena ia merupakan pemilik travel.
“Kami dalami apakah KB sebagai pemilik travel tahu soal aturan waktu tunggu haji khusus. Bisa jadi kuota travel miliknya terbatas, sehingga ia bergabung dengan travel lain,” tambah Asep.
Asep juga menduga perpindahan Khalid dari furoda ke khusus disebabkan selisih harga, karena haji khusus lebih murah dibandingkan furoda.
Namun ia meminta media untuk mengonfirmasi langsung kepada Khalid.