Wow! Industri Game Indonesia Berpotensi Capai 700 Triliun Rupiah

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 10 Agustus 2025 | 04:22 WIB
Wamenkraf Irene Umar saat beri keterangan Pers (Humas Kemenakraf)
Wamenkraf Irene Umar saat beri keterangan Pers (Humas Kemenakraf)

KLIK SAJA - Industri gim di Indonesia kian menunjukkan taringnya dan bermasa depan cerah.

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memproyeksikan sektor ini mampu menyumbang hingga Rp700 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Bukan hanya itu, industri ini juga berpotensi menyerap jutaan tenaga kerja di berbagai bidang, mulai dari pengembang, kreator konten, hingga event organizer.

Potensi besar ini semakin terasa melalui penyelenggaraan Indonesia Game Week (IGW) 2025 yang digelar di Jakarta Selatan.

 Acara ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat ekosistem gim lokal melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, asosiasi, dan komunitas kreatif.

“Ini merupakan arena yang luar biasa untuk menunjukkan bahwa Indonesia punya banyak gim yang berkualitas. Ada gim yang dibuat hanya dalam 10 hari dengan hasil yang mengesankan. Bayangkan jika punya waktu berbulan-bulan,” ujar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, kepada wartawan usai menghadiri IGW 2025 pada Sabtu (8/8/2025).

Irene menegaskan bahwa penguatan industri gim tak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah.

Hal ini diperlukan kerja sama menyeluruh antara berbagai pemangku kepentingan agar ekosistem yang tercipta dapat berkelanjutan dan menghasilkan peluang kerja yang luas.

Ia memberi ilustrasi sederhana: konsol gim tanpa konten akan terasa hampa. Maka, diperlukan lebih banyak kreator untuk mengisi “ruang” tersebut dengan karya.

Imbasnya bukan hanya pada pengembang, tetapi juga profesi-profesi lain seperti komentator, wasit kompetisi, penyelenggara acara, hingga media peliput.

“Console itu kalau dibeli tanpa gim, ya tidak seru. Karena itu, perlu banyak orang yang mengisi gim-gim di dalamnya, dan ini membuka lapangan pekerjaan,” imbuh Irene.

IGW 2025 sendiri merupakan hasil inisiasi bersama sejumlah pihak, termasuk Kementerian Ekonomi Kreatif, Gamecomm, Bappeda Jakarta, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendasmen).

Penyelenggaraan ini menjadi wadah promosi dan pengembangan talenta lokal sekaligus sarana bertukar pengetahuan.

Berbagai program menarik dihadirkan, seperti bursa kerja industri gim, talkshow dengan praktisi, uji coba gim lokal, pameran kekayaan intelektual, peninjauan portofolio pengembang, hingga kompetisi cosplay yang menyedot perhatian pengunjung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X