Duel Safe Haven: Analisis Mengapa Sebagian Investor Lebih Memilih Bitcoin daripada Emas untuk Mengamankan Portofolio Saat Krisis Ekonomi

photo author
- Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:19 WIB
Duel Safe Haven: Analisis Mengapa Sebagian Investor Lebih Memilih Bitcoin daripada Emas untuk Mengamankan Portofolio Saat Krisis Ekonomi (Ilustrasi emas vs bitcoin, safe haven di era digital. (Freepik.com))
Duel Safe Haven: Analisis Mengapa Sebagian Investor Lebih Memilih Bitcoin daripada Emas untuk Mengamankan Portofolio Saat Krisis Ekonomi (Ilustrasi emas vs bitcoin, safe haven di era digital. (Freepik.com))

Kesamaan logika ini juga berlaku pada Bitcoin yang meski berbentuk digital, tetap memiliki biaya produksi yang besar.

Oscar menambahkan, biaya tersebut belum termasuk pembelian peralatan penambangan (mining) serta infrastruktur yang diperlukan.

"Bitcoin itu untuk setiap satu bitcoin yang tercipta itu ada biaya listriknya, biaya untuk menciptakan satu Bitcoin hampir mencapai 25.000 USD (sekitar Rp408 juta)," papar Oscar.

"Itu belum terkait biaya beli alat mining-nya, infrastruktur lain yang menambahkan ke dalam biayannya itu," tukasnya.

Baca Juga: Indonesia Siap Kirimkan 10 Ribu Ton Beras ke Palestina

Pernyataan ini semakin memperkuat persepsi Bitcoin bisa menjadi alternatif investasi selain emas.

Kendati sama-sama memiliki biaya produksi yang mahal, keduanya dianggap mampu mempertahankan nilai di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

Baca Juga: BRI Komitmen Lindungi Sistem Keuangan Nasional! Dukung Penuh Kebijakan PPATK

Namun, Oscar juga mengingatkan setiap investor harus memahami risiko masing-masing instrumen.

Meski dianggap aman, baik emas maupun Bitcoin memiliki ukuran perubahan statistik harga atau volatilitas yang perlu diantisipasi.

Hingga hari ini, dengan semakin berkembangnya teknologi dan tren investasi digital, pandangan terhadap Bitcoin sebagai “emas digital” tampaknya akan terus menjadi perbincangan hangat di kalangan investor global.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X