Dari Dapur Rumah ke Pasar Global, Kisah Transformasi Sambal Rumahan dari Pacitan Menuju Pasar Global Berkat Dukungan BRI

photo author
- Rabu, 23 Juli 2025 | 23:53 WIB
Dari Dapur Rumah ke Pasar Global, Kisah Transformasi Sambal Rumahan dari Pacitan Menuju Pasar Global Berkat Dukungan BRI
Dari Dapur Rumah ke Pasar Global, Kisah Transformasi Sambal Rumahan dari Pacitan Menuju Pasar Global Berkat Dukungan BRI

KLIK SAJA - Mengubah sebuah usaha keluarga menjadi merek lokal yang dikenal luas hingga kancah nasional adalah perjalanan yang penuh tantangan.

Namun, kisah Sri Kustamaji, pemilik merek Pelita Lumpang Mas, menunjukkan bahwa hal tersebut sangat mungkin terwujud.

Dengan memadukan inovasi, dedikasi tinggi, dan dukungan yang strategis, sebuah produk tradisional seperti sambal pecel pun bisa sukses menembus pasar modern yang kompetitif.

Awal mula usaha sambal pecel ini dimulai dari keahlian tangan dingin sang ayah, Sri Suharto, di Pacitan, Jawa Timur, pada awal tahun 1990-an.

Baca Juga: BRImo Makin Digemari! Pengguna Aplikasi Digital BRI Melonjak Hingga 42,7 Juta User per Juni 2025, Beri Kemudahan Transaksi Maksimal!

Kala itu, seluruh proses produksi masih dilakukan secara manual, dan kemasan produknya masih sangat sederhana, hanya menggunakan plastik dengan label hasil fotokopi.

Memasuki awal tahun 2000-an, kepemimpinan usaha ini kemudian beralih kepada Sri Kustamaji, yang membawa Pelita Lumpang Mas menuju babak baru dalam perjalanannya.

Transformasi ini tidak lepas dari berbagai upaya pengembangan yang dilakukan, termasuk peran penting dari pemberdayaan BRI yang turut mendukung pertumbuhan bisnisnya dari skala rumahan hingga mampu bersaing di pasar global.

Ia memutuskan untuk melakukan transformasi total pada kemasan, desain logo, serta variasi produknya agar lebih sesuai dengan selera pasar masa kini.

Langkah berani ini membuahkan hasil. Pelita Lumpang Mas kini menjadi salah satu produk sambal khas Pacitan yang memiliki daya saing tinggi, bahkan mampu menembus pasar nasional dengan omzet bulanan yang telah mencapai ratusan juta rupiah.

“Kami ingin membawa kekhasan sambal pecel Pacitan ke seluruh Indonesia,” ujar Sri Kustamaji.

Baca Juga: Hery Gunardi Ungkap Komitmen BRI Tingkatkan Kesejahteraan dan Kemandirian Ekonomi Pedesaan!

Kekhasan itu salah satunya terletak pada penggunaan jeruk purut sebagai bahan utama, menggantikan kencur yang umum dipakai di daerah lain.

Selain memberi aroma yang lebih segar, jeruk purut juga memberikan warna yang lebih cerah dan menarik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X