Penuh Berdesakan! Resepsi Pernikahan Anak Dedi Mulyadi Sebabkan 3 Korban Meninggal Dunia

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 19 Juli 2025 | 14:46 WIB
kondisi antrean berdesakan saat Resepsi pernikahan anak KDM (populi)
kondisi antrean berdesakan saat Resepsi pernikahan anak KDM (populi)

KLIK SAJA - Acara resepsi pernikahan putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Maula Akbar Mulyadi Putra, dan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, yang digelar dengan konsep pesta rakyat di Lapangan Otto Iskandar Dinata, Garut, pada Jumat (18/7/2025), justru berakhir duka.

Polisi menyatakan bahwa tiga orang meninggal dunia akibat insiden desak-desakan dalam acara yang dihadiri ribuan warga tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, mengonfirmasi kabar duka tersebut.

“Polda Jabar membenarkan informasi adanya tiga orang yang meninggal dalam kegiatan resepsi yang ada di Garut,” ungkap Hendra kepada awak media.

Salah satu korban yang meninggal adalah Bripka Cecep Sampul Bahri, anggota Bhabinkamtibmas dari Polsek di bawah naungan Polres Garut.

Ia menghembuskan napas terakhir setelah mengevakuasi warga yang pingsan akibat desak-desakan dan kemudian mengalami kelelahan berat saat beristirahat.

Sementara dua korban lainnya yang merupakan warga sipil, yakni Vania Aprilia (8), warga Kelurahan Sukamentri, Garut Kota, dan Dewi Jubaedah (61), warga asal Jakarta Utara.

Jenazah Bripka Cecep kini berada di Rumah Sakit Guntur Talun, sementara jenazah Vania dan Dewi disemayamkan di RSUD dr Slamet Garut.

Resepsi pernikahan tersebut menjadi perhatian besar publik karena konsepnya yang dibuka secara luas bagi masyarakat.

Popularitas Dedi Mulyadi yang tengah naik daun karena berbagai kegiatan sosial dan narasi kebudayaan Sunda yang ia usung, menjadikan acara ini sebagai pusat perhatian warga, baik dari Garut maupun luar daerah.

Tak ayal, kerumunan warga yang membeludak melebihi kapasitas lapangan menyebabkan situasi menjadi tidak terkendali.

Banyak warga tak menghiraukan arahan dari aparat, karena mereka berupaya ingin berebut jatah makan gratis yang disediakan, hingga akhirnya situasi menjadi tidak terkendali.

Dari berbagai video yang beredar di media sosial, tampak kericuhan, warga yang saling dorong, hingga beberapa orang yang tergeletak dalam kondisi lemas.

Kepolisian pun menjadi sorotan atas lemahnya manajemen pengamanan dan pengaturan keramaian. Tim penyidik dari Polres Garut masih berkoordinasi dengan pihak event organizer untuk mendalami penyebab insiden serta mengevaluasi kelalaian yang terjadi selama penyelenggaraan acara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X