KLIK SAJA - Sebanyak 25.000 pengemudi ojek online (ojol) dari platform seperti Gojek, Grab, dan Maxim akan menggelar aksi unjuk rasa pada Hari Kebangkitan Nasional, Selasa (20/5/2025).
Massa yang tergabung dalam Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia ini juga akan melakukan offbid (mematikan aplikasi) secara serentak selama demo berlangsung di Jakarta.
Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan aplikator dan pemerintah yang dinilai merugikan pengemudi ojol. Berikut sembilan tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut:
- Pengakuan sebagai Pekerja Tetap
Pengemudi ojol menuntut status sebagai pekerja tetap, bukan mitra mandiri. Hal ini agar mereka mendapat hak seperti THR, cuti, dan jaminan sosial sebagaimana karyawan formal.
- Penghapusan Skema Prioritas Diskriminatif
Mereka menolak skema seperti GrabBike Hemat, slot Gojek, atau hub ShopeeFood yang dianggap mengurangi pendapatan pengemudi. Skema ini dinilai hanya menguntungkan perusahaan.
- Penetapan Tarif oleh Pemerintah
Pengemudi meminta pemerintah menetapkan tarif logistik dan makanan, bukan diserahkan sepenuhnya ke aplikator. Mereka juga menuntut transparansi dalam perhitungan tarif.
- Penghapusan Potongan Aplikator
Potongan komisi yang tinggi (20-25%) dinilai memberatkan. Mereka meminta revisi kebijakan agar pendapatan pengemudi tidak terus menurun.
- Tolak Sanksi Sewenang-wenang
Pengemudi menuntut mekanisme sanksi yang adil, termasuk penolakan terhadap suspend dan pemutusan mitra (PM) tanpa alasan jelas. Penyelesaian perselisihan harus melibatkan serikat pekerja.
- Penolakan Merger Gojek-Grab
Mereka khawatir merger ini akan memicu monopoli, mengurangi persaingan, dan semakin menekan pendapatan pengemudi.
- Jaminan Sosial dan Kondisi Kerja Layak
Tuntutan ini mencakup BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, serta perlindungan bagi pengemudi perempuan dan disabilitas.
- Penyediaan Fasilitas Kerja
Perusahaan diminta menyediakan shelter, jaket, helm, tas, serta bantuan biaya operasional seperti bensin, pulsa, dan servis kendaraan.
- Payung Hukum Perlindungan Ojol
Mereka mendesak pemerintah segera mengesahkan RUU Ketenagakerjaan yang mencakup perlindungan bagi pengemudi ojol, taksi online, dan kurir.
Aksi ini diprediksi berdampak pada layanan transportasi dan pengiriman di Jakarta. Garda Indonesia menyatakan, demo akan berlangsung secara bergelombang di depan Kementerian Perhubungan, Istana Merdeka, dan DPR RI.
Pemerintah diharapkan segera merespons tuntutan ini agar tidak terjadi eskalasi protes yang lebih besar.