Asosiasi Pengemudi Ojek Online Bakal Demo Akbar di Hari Kebangkitan Nasional

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 15:42 WIB
abang Ojol bakal demo besar-besaran tanggal 20 Mei 2025 (berbagai sumber)
abang Ojol bakal demo besar-besaran tanggal 20 Mei 2025 (berbagai sumber)

KLIK SAJA - Pada 20 Mei 2025 mendatang, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, ribuan pengemudi ojek online dan taksi daring yang tergabung dalam Garda Indonesia akan menggelar unjuk rasa besar-besaran bertajuk Aksi Akbar 205.

Aksi ini diprediksi menjadi salah satu demonstrasi terbesar dalam sejarah pergerakan pengemudi transportasi daring di Indonesia.

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyatakan bahwa massa aksi akan datang dari berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Cirebon, Bandung, hingga wilayah barat seperti Palembang, Lampung, dan Banten Raya.

“Jakarta akan menjadi pusat dari aksi ini, dan kami memperkirakan sebagian wilayah ibu kota akan lumpuh karena kemacetan,” ungkap Igun, Jumat (16/5).

Unjuk rasa akan dipusatkan di titik-titik strategis pemerintahan, yaitu Istana Merdeka, Kementerian Perhubungan, dan Gedung DPR RI.

Tidak hanya unjuk rasa, Aksi 205 juga akan disertai dengan offbid massal—aksi mematikan aplikasi oleh seluruh pengemudi online di Jabodetabek selama satu hari penuh, mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.

Akar dari protes ini berkaitan erat dengan dugaan pelanggaran regulasi oleh perusahaan aplikator transportasi daring.

Para pengemudi menuntut penegakan terhadap Keputusan Menteri Perhubungan KP No.1001 Tahun 2022, yang mengatur potongan biaya aplikasi maksimal sebesar 20 persen.

Namun dalam praktiknya, banyak aplikator yang justru mengambil hingga 50 persen dari pendapatan mitra pengemudi.

Lebih jauh, Garda Indonesia menuntut agar potongan aplikasi ditekan hingga 10 persen, serta mendorong pemerintah untuk memberikan payung hukum yang jelas bagi pengemudi ojek dan taksi daring.

Mereka juga meminta revisi sistem tarif, yang saat ini dinilai merugikan karena adanya program seperti “aceng” (orderan acak), slot, double order, dan paket hemat yang memangkas pendapatan pengemudi.

“Sudah terlalu lama kami berada dalam ketidakjelasan status hukum dan terus dirugikan secara ekonomi. Kami menuntut perlindungan yang nyata dari negara,” ujar Igun.

Aksi ini tak hanya terpusat di Jakarta. Garda Indonesia bersama aliansi-aliansi pengemudi online lainnya seperti APOB, GOGRABBER, TEKAB, SAKOI, dan GEPPAK akan menggelar aksi serentak di berbagai kota besar di Indonesia.

Diperkirakan lebih dari 500 ribu pengemudi dari sektor roda dua dan empat akan terlibat dalam unjuk rasa nasional ini, baik secara fisik di jalanan maupun secara simbolik melalui offbid di aplikasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X