KLIK SAJA - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan mengalami erupsi sebanyak lima kali pada Sabtu (15/3/2025).
Menurut laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki, Yohanes Kolli Sorywutun, letusan terjadi antara pukul 18.00 WITA hingga pukul 24.00 WITA.
"Teramati lima kali letusan dengan tinggi kolom asap mencapai 800 hingga 2.000 meter dan berwarna kelabu," ungkap Yohanes pada Minggu (16/3/2025) dini hari.
Letusan tersebut terjadi pada pukul 18.11 WITA, 18.38 WITA, 20.49 WITA, 21.39 WITA, dan 23.10 WITA.
Baca Juga: Pelanggaran! Ada Oknum Sedot Pasir Untuk Reklamasi di Pagar Laut Tangerang
Selain erupsi, petugas juga turut mencatat aktivitas seismik yang signifikan. Terjadi enam kali gempa hembusan dengan amplitudo 2,9 mm hingga 11 mm dan durasi 24 hingga 45 detik.
Selain itu, tercatat satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 1 mm, S-P 1,1 detik, dan durasi 12 detik.
Ada juga satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 5,9 mm, S-P 9,3 detik, dan durasi 32 detik, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 11 mm, S-P 15,2 detik, dan durasi 49 detik.
Secara visual, Gunung Lewotobi Laki-laki terlihat jelas dengan asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dan intensitas tipis, mencapai ketinggian 200-500 meter di atas puncak kawah.
Cuaca di sekitar gunung pada periode pengamatan dilaporkan cerah dan berawan, dengan angin bertiup lemah ke arah utara dan barat laut. Suhu udara berkisar antara 22 hingga 27 derajat Celsius.
Status Siaga (Level III)
Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level III (Siaga).
Masyarakat dan pengunjung diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi dan sektoral barat daya-timur laut sejauh enam kilometer.
Pemerintah setempat juga meminta warga untuk tetap tenang, mengikuti arahan resmi, dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.
Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki juga selalu diminta waspada terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung.