KLIK SAJA - Pagar laut di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, masih menjadi perhatian.
Meski upaya pencabutan telah dilakukan, ternyata tidak semua bagian pagar laut tersebut berhasil dihilangkan.
Bahkan, berdasarkan citra satelit terbaru, tercatat masih ada 812,99 meter pagar laut yang terlihat, membentang dari bibir pantai sebelah timur hingga ke arah utara laut.
Selain itu, citra satelit juga menunjukkan bahwa sisa pagar laut tersebut memiliki lebar sekitar 150,73 meter.
Baca Juga: Ratusan Miliar Dana PIP Belum Tersalurkan Pada 2024, Begini Cara Alurnya Supaya Cair!
Di sisi barat bibir pantai ke arah utara, panjang sisa pagar laut bahkan mencapai 787 meter. Fakta ini mengindikasikan bahwa upaya penghilangan pagar laut belum sepenuhnya tuntas.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, Eli Susiyanti, mengonfirmasi bahwa memang masih ada pagar laut yang belum tercabut.
Menurutnya, kendala utama dalam proses pencabutan pagar bambu di laut Kohod adalah keterbatasan alat berat yang dibutuhkan.
“Betul, di perairan Kohod, hasil patroli terakhir masih tersisa sekitar 600 meter pagar laut. Kami sudah mencoba membongkarnya dengan menarik menggunakan tagboat, tetapi tidak berhasil. Dibutuhkan alat berat dan ponton untuk menyelesaikan pekerjaan ini,” jelas Eli pada Jumat (14/3/2025).
Eli memastikan bahwa sisa pagar bambu yang masih berada di tengah laut Kohod akan segera dibersihkan.
“Kami sudah berkoordinasi dan berkomunikasi untuk membongkar sisa pagar tersebut. Saat ini, kami masih dalam proses komunikasi terkait mekanisme dan alat yang dibutuhkan,” tambahnya.
Keberadaan pagar laut yang belum sepenuhnya dicabut ini menimbulkan kekhawatiran terkait dampak lingkungan dan sosial.
Pagar laut yang terbuat dari bambu ini awalnya dibangun untuk melindungi tambak udang dari ombak laut.
Namun, keberadaannya justru dinilai mengganggu ekosistem laut dan aktivitas nelayan setempat.