Rupiah Terus Merosot dan Dolar Tembus Rp16.400, Mengingat Kembali BJ Habibie Berhasil Rupiah Menguat saat Masa Pemerintahannya?

photo author
- Selasa, 4 Februari 2025 | 16:53 WIB
Rupiah Terus Merosot dan Dolar Tembus Rp16.400, Mengingat Kembali BJ Habibie Berhasil Rupiah Menguat saat Masa Pemerintahannya? (BJ Habibie sempat berhasil membuat rupiah menguat pada 1998. (instagram.com/b.jhabibie))
Rupiah Terus Merosot dan Dolar Tembus Rp16.400, Mengingat Kembali BJ Habibie Berhasil Rupiah Menguat saat Masa Pemerintahannya? (BJ Habibie sempat berhasil membuat rupiah menguat pada 1998. (instagram.com/b.jhabibie))

KLIK SAJA - Pada hari Senin, 3 Februari 2025, nilai tukar rupiah mengalami penurunan sebesar 98 poin atau sekitar 0,60 persen, sehingga mencapai level Rp16.403 per dolar Amerika Serikat (AS), turun dari posisi sebelumnya yang berada di Rp16.304 per dolar AS.

Berdasarkan data dari Bloomberg pada pukul 09.11 WIB di pasar spot exchange, rupiah semakin tertekan dengan penurunan tambahan sebesar 137 poin (0,84%), yang membuatnya berada di level Rp16.441 per dolar AS.

Dalam perdagangan terakhir pada hari Jumat, 31 Januari 2025, rupiah juga ditutup dengan pelemahan sebesar 48 poin di level Rp16.304 per dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS menunjukkan peningkatan yang signifikan sebesar 1,33 poin (1,23%), mencapai angka 109,7.

Baca Juga: Ketua MPR Ungkap Catatan Perbaikan Program MBG dari Presiden Prabowo, Salah Satunya Menyinggung Porsi Makanan

Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun mengalami penurunan sebesar 4 basis poin ke level 4,52%.

BJ Habibie dan Strateginya dalam Menguatkan Rupiah

Sebelum mengalami penurunan seperti yang terjadi saat ini, Indonesia pernah menghadapi krisis ekonomi yang sangat serius pada tahun 1998.

Pada waktu itu, BJ Habibie, yang menggantikan Soeharto sebagai presiden, berhasil memperkuat nilai rupiah meskipun harus menghadapi berbagai tantangan besar.

Nilai tukar rupiah sempat merosot hingga mencapai Rp16.800 per dolar AS, dan situasi ini semakin diperburuk oleh ketidakstabilan politik yang ada.

Baca Juga: Prabowo Inspeksi Mendadak Dapur Umum Makan Bergizi Gratis di Rawamangun

Krisis tersebut berujung pada jatuhnya pemerintahan Soeharto setelah 32 tahun memerintah.

Namun, pasar menunjukkan kepercayaan terhadap kepemimpinan penggantinya, BJ Habibie, masih rendah.

Banyak pihak, termasuk Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew, meragukan kemampuannya dalam menangani krisis ekonomi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: investor.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X