10 Orang Tewas dan Puluhan Terluka Dalam Serangan Mobil di New Orleans, Diduga Terkait Gerakan ISIS

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 2 Januari 2025 | 05:30 WIB
Para petugas mengamankan lokasi kejadian di Bourbon Street, New Orleans (Reuters)
Para petugas mengamankan lokasi kejadian di Bourbon Street, New Orleans (Reuters)

KLIK SAJA – Dilaporkan sepuluh orang tewas dan sedikitnya 35 orang terluka setelah seorang pria menabrakkan mobil truk pikap ke kerumunan besar di New Orleans, Louisiana, pada dini hari Tahun Baru, kata pihak berwenang.

Kejadian tersebut terjadi pada pukul 03:15 waktu setempat pada Hari Tahun Baru, sebuah truk pikap Ford menabrak kerumunan orang yang berkumpul di Bourbon Street di jantung French Quarter, New Orleans.

Rekaman CCTV menunjukkan kendaraan Ford F-150 Lightning putih melaju ke trotoar untuk menghindari mobil polisi sebelum menabrak pejalan kaki.

Baca Juga: PBB: Serangan Israel Buat Layanan Kesehatan di Gaza Hancur Total

Polisi menggambarkan tindakan tersebut sebagai "sangat disengaja", dan menambahkan bahwa pelaku penyerang teridentifikasi bernama Shamsud-Din Jabbar - "sangat bertekad untuk menciptakan pembantaian dan kerusakan yang dilakukannya".

"Pria ini mencoba menabrak orang sebanyak mungkin", ungkap Kepala Polisi New Orleans Anne Kirkpatrick.

Jabbar juga bersenjata dan menembaki aparat penegak hukum, melukai dua petugas, namun ia kemudian tewas akibat tembakan polisi.

FBI telah mengidentifikasi penyerang sebagai Shamsud-Din Jabbar yang berusia 42 tahun, seorang veteran Angkatan Darat dan warga negara AS dari Texas.

Sebuah bendera yang terkait dengan kelompok ISIS ditemukan di kendaraan yang dikendarainya dan FBI mengatakan sedang menyelidiki afiliasi apa yang mungkin dimiliki Jabbar dengan kelompok teroris.

Badan tersebut juga mengatakan para penyelidik tidak yakin bahwa tersangka bertanggung jawab penuh atas serangan tersebut, bahkan ditemukan alat peledak rakitan pada area tersebut.

Baca Juga: Populasi Tunawisma AS Capai Rekor Tertinggi pada Tahun 2024

Ditemukan pula, sebuah senjata laras panjang yang dilengkapi dengan "alat peredam" yang berfungsi sebagai peredam suara.

Menurut profil LinkedIn yang sekarang telah dihapus, Jabbar telah bekerja di berbagai peran di Angkatan Darat AS, termasuk dalam sumber daya manusia dan TI, sebelum ia diberhentikan.

Ia belajar di George State University dari tahun 2015 hingga 2017, lulus dengan gelar di bidang Sistem Informasi Komputer.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X