Polri berkomitmen untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, beribadah, atau berlibur.
Personel dan Posko Pengamanan
Operasi ini melibatkan 141.605 personel gabungan, yang akan ditempatkan di 2.794 posko yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.
Penempatan ini bertujuan untuk memberikan pengamanan di lokasi-lokasi strategis seperti tempat ibadah, objek wisata, pusat perbelanjaan, dan fasilitas transportasi.
Baca Juga: Prabowo Ajak Negara D-8 Kuat Bersama untuk Bela Palestina
Prediksi Arus Mudik dan Arus Balik
Kementerian Perhubungan memprediksi bahwa ada dua puncak arus mudik pada tanggal 21 Desember 2024 (10,99% pemudik) dan 28 Desember 2024 (10,77% pemudik).
Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 1 dan 2 Januari 2025, dengan total sekitar 31,43% pemudik.
Rekayasa Lalu Lintas
Untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama periode ini, akan diterapkan sistem rekayasa lalu lintas seperti one way (satu arah) dan contra flow (aliran berlawanan).
Baca Juga: Prabowo Hadir di Universitas Al Azhar Kairo, Mahasiswi: Seperti Dikunjungi Orang Tua Sendiri
Penerapan sistem ini akan dilakukan berdasarkan evaluasi kondisi lalu lintas secara real-time oleh pihak kepolisian.
One Way: Dilaksanakan sesuai kebutuhan kondisi lalu lintas per jam.
Contra Flow: Diterapkan di beberapa jalur strategis seperti Jakarta-Cikampek dan Jakarta-Bogor-Ciawi pada tanggal tertentu dengan waktu yang telah ditentukan.
Pengamanan Khusus
Artikel Terkait
Selain Ridwan Kamil yang Kalah di Pilkada 2024, Ini 4 Public Figure yang Tak Mampu Lampaui Suara Lawan-lawannya
KPK Tetapkan 21 Tersangka Baru Pada Kasus Korupsi Dana Hibah APBD Jawa Timur
Jumlah Penumpang dan Kendaraan Jelang Hari Raya Natal Masih Terpantau Normal
Human Rights Watch Tuduh Israel Lakukan Genosida Karena Putus Aliran Air di Gaza
Mengenaskan! 35 Anak Tewas Terinjak-injak Pada Kerumunan Massal Festival Natal Nigeria