Ulama Oposan Penentang Erdogan, Fethullah Gulen Meninggal Dunia, Siapakah Sosoknya Dalam Politik Turki?

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 22 Oktober 2024 | 12:28 WIB
Sosok Fethullah Gulen, Ulama Islam Moderat Asal Turki (1Lurer.am)
Sosok Fethullah Gulen, Ulama Islam Moderat Asal Turki (1Lurer.am)

Namun, kemudian hubungan ini justru mulai memburuk seiring dengan meningkatnya kekuasaan Erdoğan.

Konflik dan Pemberontakan

Ketegangan antara Erdoğan dan Gülen semakin meningkat, terutama setelah dugaan keterlibatan jaringan Gülen dalam upaya kudeta militer pada 15 Juli 2016.

Meskipun Gülen membantah terlibat, Erdoğan menyalahkan Gülen dan pengikutnya atas kudeta tersebut.

Sejak saat itu, pemerintah Turki melancarkan penangkapan massal terhadap orang-orang yang dianggap terkait dengan gerakan Gülen, yang menyebabkan banyak orang dipenjara dan dipecat dari jabatan mereka.

Kematian dan Warisan

Walaupun Gulen telah meninggal, dampaknya terhadap politik Turki dan gerakan sosial yang dibangunnya pasti akan terus dirasakan.

Warisannya dalam pendidikan dan dialog antarbudaya tetap menjadi bagian penting dalam diskursus tentang Islam moderat di Turki dan di seluruh dunia.

Bahkan hingga kini ada beberapa sekolah islam internasional di Indonesia yang terafiliasi dengan gerakan Gulen dalam mewujudkan Islam Moderat.

Kematian Gülen akan menjadi momen refleksi bagi banyak orang, baik pendukung maupun penentangnya.

Banyak yang akan menilai perannya dalam membentuk landscape politik Turki dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Turki dalam konteks pluralisme dan kebebasan beragama.

Fethullah Gülen adalah sosok kompleks yang memainkan peran signifikan dalam politik dan masyarakat Turki.

Meskipun saat ini ia telah tiada, warisannya akan terus menginspirasi perdebatan tentang peran agama dalam politik, pendidikan, dan dialog antarbudaya di Turki dan sekitarnya.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Kathimerini

Tags

Rekomendasi

Terkini

X