Bjorka Dituding Bocorkan 6 Juta NPWP Termasuk Milik Kaesang: Simak Langkah Menjaga Datamu Sendiri Tanpa Bantuan Negara

photo author
- Jumat, 20 September 2024 | 23:16 WIB
Bjorka Dituding Bocorkan 6 Juta NPWP Termasuk Milik Kaesang: Simak Langkah Menjaga Datamu Sendiri Tanpa Bantuan Negara (Unsplash.com)
Bjorka Dituding Bocorkan 6 Juta NPWP Termasuk Milik Kaesang: Simak Langkah Menjaga Datamu Sendiri Tanpa Bantuan Negara (Unsplash.com)

 

KLIK SAJA - Kebocoran data adalah suatu insiden di mana informasi yang seharusnya dilindungi dapat diakses, dicuri, atau disalahgunakan oleh pihak yang tidak berwenang.

Perlu diketahui, kebocoran data dapat terjadi melalui berbagai cara, termasuk peretasan sistem keamanan, penggunaan malware, atau bahkan kelalaian dalam pengelolaan data.

Ketika data sensitif seperti nomor pokok wajib pajak (NPWP) bocor, hal ini dapat menimbulkan risiko besar bagi individu dan organisasi yang terlibat.

Dalam kasus terbaru, hacker bernama Bjorka diduga telah membocorkan sekitar 6 juta data NPWP masyarakat Indonesia.

Informasi ini mencakup data pribadi yang sangat sensitif dan dapat digunakan untuk berbagai tujuan jahat.

Salah satu aspek yang paling mencolok dari kebocoran ini adalah klaim bahwa data tersebut juga mencakup informasi milik Presiden Joko Widodo dan dua anaknya, Gibran Rakabuming Raka serta Kaesang Pangarep.

Viralnya berita mengenai kebocoran ini bermula dari pernyataan Konsultan Keamanan Siber Jakarta, Teguh Aprianto, di media sosial X.

Ia mengungkapkan bahwa ada indikasi kuat bahwa Bjorka telah berhasil meretas dan membocorkan data tersebut. Hal ini

memicu perhatian luas dari masyarakat dan pihak berwenang mengenai keamanan siber di Indonesia.

Baca Juga: Dilaporkan Sm Nikita Mirzani Sekeluarga, Vadel Badjideh Gandeng Pengacara Razman Nasution

Kebocoran data NPWP ini memiliki dampak yang signifikan.

Pertama-tama, individu yang datanya bocor berisiko mengalami pencurian identitas.

Informasi NPWP sering kali digunakan dalam transaksi keuangan dan administrasi pemerintah.

Artinya, jika jatuh ke tangan yang salah, bisa disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kriminal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X