Miko Susilo menuturkan bahwa mahasiswa memiliki peluang besar untuk menjadi citizen journalist atau jurnalis warga.
Menurutnya, perkembangan gadget dan media sosial membuat siapa saja bisa mulai membuat konten informatif.
"Kuncinya, coba buat konten-konten yang relate dengan kehidupan sehari-hari masyarakat," tuturnya.
Miko Susilo melanjutkan, pada umumnya, konten yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, akan menarik perhatian publik yang terkait dengan peristiwa, atau kejadian di sekitarnya.
Pesan tersebut menjadi dorongan bagi mahasiswa agar lebih peka terhadap lingkungan dan isu di sekitar mereka.
Konten sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dinilai memiliki peluang besar menarik perhatian audiens.
Gadget Dinilai Bisa Jadi Modal Menuju Kesuksesan
Dalam sesi pelatihan itu, mahasiswa juga diajak melihat gadget sebagai alat produktif untuk berkarya.
Baca Juga: 147 Kuda dari 12 Daerah Ramaikan IHR 2026 di Semarang, Hadiah Capai Rp600 Juta
Miko Susilo menilai perangkat yang dimiliki anak muda saat ini sudah cukup menjadi modal awal membuat konten.
"Harapannya kepada mahasiswa, semoga semakin kreatif dalam berkreasi, menjadi seorang kreator," ujar Miko Susilo.
"Dengan gadget yang teman-teman miliki, itu sudah menjadi modal untuk teman-teman bisa sukses," tandasnya.
Pernyataan tersebut menjadi motivasi bahwa peluang sukses di era digital kini semakin terbuka luas.
Mahasiswa pun didorong agar tidak ragu mulai belajar membuat konten kreatif dari perangkat yang mereka miliki sendiri.***