Ia menilai Indonesia memiliki kekayaan batu mulia dengan kualitas yang sangat baik dan beragam jenis.
Beberapa batu yang disebut masih banyak dicari antara lain Batu Garut, Bacan, Kalimaya, Kecubung, hingga Pandan.
Selain itu, ada juga batu Nogosuwi, Ati Ayam, dan Tapak Jalak yang tetap populer di kalangan kolektor.
“Batu Nusantara itu pernah sangat diminati masyarakat, karena warnanya, kualitas batunya, dan keunikannya,’’ ujarnya.
Popularitas batu lokal ini dinilai menjadi bukti bahwa industri gemstone nusantara masih punya potensi besar.
Tak cuma hobi, tapi juga dorong ekonomi kreatif
Kontes Batu Nusantara tidak hanya dipandang sebagai ajang hobi bagi pecinta batu akik.
Panitia menyebut kegiatan ini juga bertujuan mengangkat ekonomi kreatif di bidang gemstone dan barang antik.
Banyak pedagang, pengrajin, dan kolektor memanfaatkan event ini untuk memperluas jaringan pasar mereka.
Selain transaksi jual beli, acara ini juga membawa unsur edukasi tentang sejarah dan filosofi batu nusantara.
Ketua panitia Sofani mengatakan kegiatan tersebut diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang warisan budaya Indonesia.
Event ini pun dinilai mampu menjadi ruang promosi budaya sekaligus penggerak UMKM lokal di Semarang.***
Meta deskripsi:
Kontes Batu Nusantara di Semarang diserbu kolektor. Ini 5 fakta menarik soal batu akik, hadiah motor hingga dukungan Polda Jateng.