lokal

Warga Palestina Helat Lomba Lari Maraton Internasional di Tepi Barat dan Gaza Setelah Vakum Dua Tahun

Sabtu, 9 Mei 2026 | 14:58 WIB
Perlombaan Lari Marathon Internasional di Palestina (Anadolu Ajansi)

KLIK SAJA – Perlombaan Maraton Internasional Palestina ke-10 telah digelar di Kota Bethlehem, Tepi Barat yang diduduki, dengan lomba paralel juga diadakan di Gaza setelah vakum selama dua tahun akibat perang Israel di wilayah tersebut.

Perlombaan ini mendapat sorotan netizen internasional, karena diadakan di tengah suasana perang yang belum mereda di Kawasan Timur Tengah.

Walau demikian, otoritas setempat tetap bisa melaksanakannya, walau tentunya mendapatkan pengamanan sangat ketat oleh pihak IDF Israel.

Lomba lari sejauh 42 kilometer itu dimulai pada pukul 06.00 waktu setempat pada hari Jumat lalu, dengan ribuan pelari Palestina dan internasional berkumpul di titik start tradisional, yaitu Gereja Kelahiran Yesus di Bethlehem.

Koordinator maraton, Itidal Abdul Ghani, mengatakan bahwa perlombaan tahun ini membawa pesan tentang “persatuan tanah air”, dengan para pelari di kedua sisi rezim pemisahan Israel berpartisipasi dalam ajang yang berlangsung secara bersamaan.

Sebuah lomba terpisah sejauh 5 kilometer juga diselenggarakan di Gaza tengah, dimulai dari Jembatan Wadi Gaza ke arah utara.

Penyelenggara juga mengadakan maraton virtual di sejumlah negara pada 17 hingga 21 April, yang menarik lebih dari 5.000 peserta dari 88 negara.

Secara keseluruhan, jumlah pelari melebihi 13.000 orang, termasuk 2.523 peserta di Gaza dan sekitar 1.000 peserta asing dari 75 negara.

Ajang ini mencakup beberapa kategori, termasuk maraton penuh, half marathon sejauh 21 kilometer, lomba 10 kilometer, dan lari keluarga 5 kilometer, sehingga memungkinkan partisipasi atlet profesional, amatir, maupun keluarga.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Tinggi Pemuda dan Olahraga Palestina, Komite Olimpiade Palestina, dan Pemerintah Kota Bethlehem.

Perlombaan tahun ini berlangsung di tengah berlanjutnya serangan Israel ke Gaza meskipun ada “gencatan senjata”, serta meningkatnya kekerasan di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki sejak Oktober 2023.

Pejabat Palestina menyatakan sedikitnya 1.155 warga Palestina tewas dan hampir 11.750 lainnya terluka di Tepi Barat sejak dimulainya perang Israel di Gaza, disertai 22.000 penangkapan.

Sementara di Gaza, sedikitnya 72.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 172.000 lainnya terluka, menurut otoritas setempat.

Saat berlari melewati jalan-jalan Bethlehem dan rute yang diapit pos pemeriksaan serta tembok pemisah, banyak peserta membawa bendera Palestina atau mengenakan keffiyeh, menjadikan maraton ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga bentuk perlawanan damai dan solidaritas terhadap Gaza.***

Tags

Terkini