Aktivitas ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat, termasuk warga lokal dan generasi muda.
Setiap peserta memiliki peran spesifik, mulai dari menyapu, mengepel, hingga menata dekorasi.
Kegiatan ini menjadi media pembelajaran sosial, mengenalkan pentingnya kebersihan, disiplin, dan kerja sama.
Secara simbolis, setiap tindakan fisik yang dilakukan di vihara juga diartikan sebagai membersihkan pikiran dan jiwa.
Baca Juga: 5 Cara Mengatur Perjalanan Bisnis Jakarta–Medan Agar Lebih Efisien, Hemat Waktu, dan Tetap Nyaman
Hal ini menambah makna filosofis dari kegiatan bersih-bersih rupang.
Makna Spiritual dan Sosial Pembersihan Rupang
Menurut pengurus Pagoda, pembersihan rupang bukan hanya rutinitas fisik, tetapi juga ritual yang menekankan ketulusan hati dan pelayanan tanpa pamrih.
Kegiatan ini menjadi momen refleksi dan introspeksi diri menjelang Imlek.
Partisipasi lintas agama menegaskan nilai kebersamaan, persaudaraan, dan solidaritas sosial.
Hal ini menjadi contoh bagaimana kegiatan keagamaan bisa menyatukan masyarakat.
Setiap sapuan kain atau sapu menjadi simbol niat baik dan penghormatan kepada tradisi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk belajar menghargai keberagaman.
Rangkaian Kegiatan Imlek di Vihara Watugong