Aktivitas ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat, termasuk warga lokal dan generasi muda.
Setiap peserta memiliki peran spesifik, mulai dari menyapu, mengepel, hingga menata dekorasi.
Kegiatan ini menjadi media pembelajaran sosial, mengenalkan pentingnya kebersihan, disiplin, dan kerja sama.
Secara simbolis, setiap tindakan fisik yang dilakukan di vihara juga diartikan sebagai membersihkan pikiran dan jiwa.
Baca Juga: 5 Cara Mengatur Perjalanan Bisnis Jakarta–Medan Agar Lebih Efisien, Hemat Waktu, dan Tetap Nyaman
Hal ini menambah makna filosofis dari kegiatan bersih-bersih rupang.
Makna Spiritual dan Sosial Pembersihan Rupang
Menurut pengurus Pagoda, pembersihan rupang bukan hanya rutinitas fisik, tetapi juga ritual yang menekankan ketulusan hati dan pelayanan tanpa pamrih.
Kegiatan ini menjadi momen refleksi dan introspeksi diri menjelang Imlek.
Partisipasi lintas agama menegaskan nilai kebersamaan, persaudaraan, dan solidaritas sosial.
Hal ini menjadi contoh bagaimana kegiatan keagamaan bisa menyatukan masyarakat.
Setiap sapuan kain atau sapu menjadi simbol niat baik dan penghormatan kepada tradisi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk belajar menghargai keberagaman.
Rangkaian Kegiatan Imlek di Vihara Watugong
Artikel Terkait
7 Cara Shopee Siap Menemani Big Ramadan Sale 2026 dengan Promo, Game, dan Aktivitas Interaktif Generasi Muda
Hore! Pelni Sediakan Diskon 30 Persen Tiket Mudik Lebaran 2026, Simak Syarat dan Ketentuannya!
Yuk Ikutan Survei Online Angkutan Lebaran 2025 dari Kemenhub! Ada Total Hadiah Voucher e-Wallet Hingga 5 Juta Rupiah!
Cek Disini! Harga Tiket Pesawat Semarang–Batam Februari 2026 dan Jam Terbang Nyaman Sekarang
Hore! KAI Sediakan Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api Selama Mudik Lebaran 2026, Simak Syarat dan Ketentuannya!