lokal

Tradisi Bersih Rupang Imlek 2577, Umat Buddha dan Katolik di Pagoda Avalokitesvara Semarang Srawung Bangun Toleransi

Jumat, 13 Februari 2026 | 18:31 WIB
Tradisi Bersih Rupang Imlek 2577, Umat Buddha dan Katolik di Pagoda Avalokitesvara Semarang Srawung Bangun Toleransi (Instagram )

Setiap sapuan sapu atau pembersihan debu rupang dianggap sebagai simbol dedikasi dan kesucian niat.

Gotong Royong Bersih Rupang sebagai Tradisi

Kegiatan bersih-bersih rupang di Pagoda Avalokitesvara merupakan tradisi rutin menjelang Imlek yang dijaga secara turun-temurun.

Umat membersihkan semua perlengkapan ibadah, termasuk altar, lampu, dan patung suci.

Baca Juga: Info Update! Jadwal Kapal Pelni KM Dorolonda Periode 10 Februari – 3 Maret 2026 Rute Jayapura – Surabaya – Ambon

Proses dilakukan secara manual agar lebih teliti dan penuh khidmat.

Tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi juga sarana refleksi spiritual, di mana setiap peserta bisa menata pikiran dan hati.

Kehadiran masyarakat lintas agama menambah nilai sosial dan simbol toleransi.

Para relawan dan umat yang terlibat merasakan pengalaman langsung kerukunan antarumat beragama.

Kegiatan ini juga menjadi media edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya gotong royong dan solidaritas.

Partisipasi Umat Katolik Menjadi Simbol Kerukunan

Umat Katolik dari BPK PKK KAS berperan aktif dalam pembersihan rupang, bekerja sama dengan umat Buddha.

Baca Juga: Info Solo! Jadwal Kas Keliling Penukaran Uang Baru Bank Indonesia Surakarta Untuk Wilayah Solo Raya Periode 23 – 26 Februari 2026

Kegiatan ini menunjukkan srawung antarumat beragama di Semarang, memperkuat nilai persaudaraan dan kerja sama sosial.

Kehadiran mereka tidak mengubah makna ritual, melainkan menambah nuansa inklusif dan harmonis.

Halaman:

Tags

Terkini