Kini, perisai ini lebih banyak digunakan sebagai hiasan yang bernilai seni tinggi, atau menjadi properti dalam pertunjukan tari tradisional, seperti Tari Mandau dan Tari Pepatay.
Talawang-talang indah bisa dihargai mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung kehalusan ukiran dan kelangkaan motifnya.
Talawang saat ini banyak diperjualbelikan di toko oleh-oleh kota-kota besar di Kalimantan seperti Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Balikpapan hingga Samarinda.
Dengan segala keindahan dan makna sakralnya, talawang bukan sekadar benda budaya.
Ia adalah penjaga warisan leluhur, simbol ketangguhan, keindahan, dan spiritualitas yang terus hidup dalam denyut nadi masyarakat Dayak hingga kini.***