lokal

Menelusuri Kebesaran Masjid Besar Kuno Taman di Madiun, Sarat Sejarah Peninggalan Mataram Islam

Minggu, 9 Maret 2025 | 00:12 WIB
Masjid besar kuno Taman di Madiun (tempat wisata)

KLIK SAJA - Masjid Besar Kuno Taman, yang terletak di Jalan Asahan No. 46, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jawa Timur, merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Masjid ini dibangun pada tahun 1754 oleh Kiai Ageng Misbach atau yang dikenal juga sebagai Kiai Donopuro.

Masjid ini pula menjadi saksi bisu perjalanan sejarah dan penyebaran Islam di wilayah Madiun.

Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Besar Kuno Taman juga menjadi destinasi wisata religi yang menarik bagi para pengunjung.

Baca Juga: Mengagumi Keunikan Arsitektur Masjid Raharja Khoirul Ummah di Majalengka

Masjid Besar Kuno Taman dibangun di atas tanah pardikan, yaitu tanah bebas pajak pada masa Kerajaan Mataram.

Tanah ini diberikan kepada Kanjeng Pangeran Rangga Prawirodirjo I, yang saat itu menjabat sebagai Bupati Wedana Timur.

Selanjutnya, tanah tersebut diserahkan kepada penasihatnya, Kiai Ageng Misbach, yang akhirnya membangun masjid ini.

Sebelum masjid ini berdiri, lokasi tersebut merupakan daerah hutan dan rawa-rawa yang dikenal dengan nama Ngrowo.

Kemudian, pada tahun 1725, Bupati Mangkudipuro, yang menjabat pada periode 1725–1755, membangun makam keluarga dan sebuah masjid di Taman untuk mendukung penyebaran agama Islam.

Meskipun Bupati Mangkudipuro tidak dimakamkan di sini, makam kuno ini menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi beberapa bupati Madiun, seperti Pangeran Dipokusumo, Ronggo Prawirodiningrat, dan Raden Ronggo Ariyo Notoningrat.

Arsitektur Kuno

Masjid Besar Kuno Taman memiliki arsitektur khas Jawa kuno yang jamak pada umumnya.

Bangunan utamanya terbuat dari kayu jati berkualitas tinggi, dengan pilar-pilar kayu jati utuh tanpa sambungan.

Halaman:

Tags

Terkini