Mereka datang ke Bali sebagai pelaut dan pedagang, kemudian menetap dan membawa serta tradisi serta kuliner khas mereka.
Brongko menjadi simbol akulturasi budaya Bugis dan Bali.
Meskipun berada di tengah masyarakat Hindu yang dominan, warga Kampung Islam Kepaon berhasil mempertahankan tradisi dan kuliner mereka, termasuk Brongko.
Hidangan ini tidak hanya menjadi takjil favorit warga Muslim setempat, tetapi juga menarik perhatian wisatawan dan warga non-Muslim yang penasaran dengan cita rasanya yang unik.
Baca Juga: Kue Hercules, Takjil Ramadan Khas Kota Ambon, Walau Namanya Serem Tapi Gurih Manis Lho Rasanya!
Cita rasa Brongko begitu khas, berkat perpaduan santan yang gurih dan rempah-rempah yang harum. Kayu manis, cengkeh, dan kapulaga memberikan aroma yang menggugah selera, sementara daun pandan menambah kesegaran.
Tekstur kenyalnya dari bulatan-bulatan tepung kanji membuat setiap suapan terasa memuaskan.
Kuahnya yang kental dan manis dengan sentuhan gurih santan membuat Brongko semakin nikmat, baik disajikan hangat maupun dingin.
Takjil Brongko Khas Kampung Islam Kepaon adalah bukti nyata kekayaan budaya dan kuliner Indonesia.
Hidangan ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mengajarkan kita untuk menghargai warisan leluhur yang telah bertahan ratusan tahun.
Jika Anda berkunjung ke Bali saat Ramadan, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi Brongko dan merasakan kehangatan Kampung Islam Kepaon.***