KLIK SAJA - Di tengah gemerlap budaya Bali yang terkenal dengan keindahan alam dan tradisi Hindunya, terselip sebuah kampung Islam yang kaya akan sejarah dan kuliner khas: Kampung Islam Kepaon.
Salah satu hidangan yang menjadi ikon Ramadan di kampung Islam ini adalah Takjil Brongko.
Takjil ini bukan hanya lezat, tetapi juga sarat dengan nilai sejarah dan budaya.
Berada di kawasan Masjid Besar Al-Muhajirin Kepaon, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Brongko menjadi hidangan yang dinanti-nanti setiap bulan Ramadan.
Baca Juga: Getuk Gedang, Takjil Ramadan Dari Kediri, Sajian Manis Khas Berselera
Brongko adalah takjil berbahan dasar tepung kanji, santan, dan rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, kapulaga, serta daun pandan.
Kuahnya yang kental berwarna merah muda menjadi ciri khasnya, sementara isiannya berupa bulatan-bulatan kecil bertekstur kenyal yang juga berwarna merah muda.
Brongko biasanya disajikan hangat, tetapi bisa juga dinikmati dengan tambahan es batu untuk sensasi yang lebih segar.
Proses pembuatan Brongko terbilang rumit dan memakan waktu lebih dari dua jam.
Mulai dari menyiapkan adonan tepung kanji untuk isian, memasak kuah santan dengan rempah-rempah, hingga menyatukan semuanya dengan cita rasa yang pas.
Dikarenakan prosesnya yang panjang, Brongko hanya dibuat saat bulan Ramadan, menjadikannya hidangan spesial yang dinanti-nanti warga sekitar.
Nama "Brongko" diambil dari kata Barongko, yang berasal dari Suku Bugis.
Kuliner ini sudah ada sejak Kampung Islam Kepaon berdiri sekitar abad ke-17.
Kampung Islam Kepaon sendiri merupakan salah satu kampung tua di Bali yang dihuni oleh masyarakat Muslim keturunan Bugis.