lokal

Mengintip Suasana Ramadan di Albania Yang Penuh Toleransi Setelah Bebas Dari Rezim Komunis

Senin, 17 Februari 2025 | 09:10 WIB
Pada saat berbuka puasa, umat muslim Albania mengajak umat agama dan kepercayaan lain untuk mengikuti (Albania)

Ada banyak kesamaan antara makanan Albania dan Turki, namun Albania memiliki beberapa hidangan unik yang dibuat dari penggunaan bahan-bahan dasar yang imajinatif. 

Anda dapat memilih Byrek, pai kue pipih yang dimakan panas atau dingin, berisi daging, bayam, atau dadih; Pastice, pasta dengan saus susu, keju, telur, dan mentega; Pettulla, adonan goreng dengan isian manis atau gurih seperti selai, saus krim, atau keju; atau Imam Bayudin, hidangan terong dengan bawang putih.

Penabuh drum gypsi biasanya kembali membunyikan alat musiknya jelang buka puasa.

Uniknya Iftar di Albania saat ini seperti wujud toleransi.

Dimana hal ini merupakan tradisi yang sangat kuat sehingga acara ini juga dipersembahkan oleh umat Kristen kepada umat Muslim yang berpuasa dan dihadiri oleh umat Kristen sebagai acara kumpul-kumpul sosial.

Sementara itu, Idul Fitri berlangsung selama tiga hari dan merupakan acara yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak dari semua agama. 

Hadiah tradisional termasuk baju baru dan permen, dan anak-anak juga mengumpulkan permen dengan mengunjungi rumah-rumah sambil membawa tas yang disumbangkan oleh semua orang. 

Sama halnya di Indonesia, hari pertama perayaan dihabiskan di rumah bersama keluarga, sedangkan dua hari berikutnya dihabiskan untuk mengunjungi atau menerima tamu berdasarkan kesepakatan bersama.

'Byram Mubarak!' adalah ucapan khas bahasa Albania untuk Idul Fitri.

Masjid-masjid selalu ramai sepanjang bulan Ramadan karena orang-orang menghadiri Tarawih di penghujung hari.

Saat ini muslim Albania sudah dapat melaksanakan ibadah puasa Ramadan dengan tenang serta hidup rukun dengan umat agama lain.***

Halaman:

Tags

Terkini