Mengintip Suasana Ramadan di Albania Yang Penuh Toleransi Setelah Bebas Dari Rezim Komunis

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 17 Februari 2025 | 09:10 WIB
Pada saat berbuka puasa, umat muslim Albania mengajak umat agama dan kepercayaan lain untuk mengikuti  (Albania)
Pada saat berbuka puasa, umat muslim Albania mengajak umat agama dan kepercayaan lain untuk mengikuti (Albania)

Klik Saja - Tradisi Ramadan dan Idul Fitri berbeda-beda di berbagai daerah di Albania

Selama 50 tahun komunisme yang ketat, semua praktik keagamaan seperti salat dilarang dan hampir menghilang. 

Tidak seorang pun tahu apakah Anda berpuasa atau tidak, jadi puasa adalah satu-satunya praktik yang dapat dilakukan orang tanpa sepengetahuan orang lain.

Albania terletak di Balkan, Eropa, hampir mirip Bosnia, dulunya daerah ini mayoritas muslim, namun Islam sempat meredup ketika dikuasai rezim Komunis.

Tradisi Islam masih cukup kental bagian utara Albania yang disebut Shkodra.

Para kaum Gypsy memainkan Lodra untuk bangunkan sahur dan sambut buka luasa
Para kaum Gypsy memainkan Lodra untuk bangunkan sahur dan sambut buka luasa (Albania )

Boom ba ba Boom! Bunyi 'lodra' membangunkan semua orang dari tidur mereka untuk bergegas makan sahur.

Lodra adalah drum silinder berujung ganda yang dilapisi kulit domba atau kambing. 

Penabuh drum memukul setiap ujungnya dengan stik yang berbeda, sehingga menghasilkan ketukan dua nada. 

Satu sisi dipukul dengan stik drum kayu berkepala palu, sementara sisi lainnya dipukul dengan 'thane' – ranting merah, yang kulitnya sudah dikupas, yang tumbuh terutama di pegunungan.

Baca Juga: Syahdunya Suasana Ramadan di Sarajevo, Ketika Al Quran Jadi Kekuatan Muslim Bosnia

Penabuh drum secara tradisional berasal dari komunitas Gipsi dan merupakan kebiasaan untuk memberinya makanan atau uang sebagai penghargaan atas jasanya bangunkan warga untuk sahur.

Walaupun berbeda keyakinan, kaum gypsi di Albania juga diundang untuk makan sahur dan buka puasa bersama umat muslim.

Makanan yang disantap untuk dua waktu makan utama di bulan Ramadan sangat bervariasi di antara rumah tangga karena ada begitu banyak pilihan, dan mustahil untuk menyajikan semuanya pada saat yang bersamaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Tags

Rekomendasi

Terkini

X