Capoeira bertahan paling baik di Bahia, di mana ia tetap lebih terkait dengan bentuk-bentuk budaya Afro-Brasil lainnya dan memperoleh banyak ciri-cirinya yang masih ada dalam capoeira masa kini.
Sejak tahun 1930-an dan seterusnya, para master capoeira seperti Bimba dan Pastinha memodernisasi capoeira, yang mengarah pada munculnya gaya-gaya Regional dan Angola.
Para capoeirista Bahia bermigrasi ke Rio de Janeiro dan São Paulo untuk mencari peluang yang lebih baik selama tahun 1950-1970-an.
Di sana mereka dan murid-murid mereka mengembangkan apa yang kemudian dikenal sebagai "Capoeira Kontemporer" (Capoeira Contemporânea) yang merupakan gaya yang paling banyak dipraktikkan saat ini.
Capoeira dulu dan sekarang dipraktikkan dengan berbagai cara: sebagai permainan persahabatan atau sebagai pertarungan, sebagai olahraga bela diri, atau sebagai aktivitas budaya Afro-Brasil.
Sejak tahun 1980-an, capoeira telah mengalami proses globalisasi dan sekarang dipraktikkan di banyak negara di seluruh dunia.
Kini, Capoeira adalah satu-satunya seni bela diri Diaspora Afrika yang dikenal dan dipraktikkan di seluruh dunia.***