KLIK SAJA - Jika kita mengenal olahraga panahan, biasanya peralatan yang digunakan adalah busur yang berukuran kecil atau sedang yang bertujuan untuk menunjang keakuratan.
Namun bagaimana jika busur yang digunakan berukuran sangat besar dan berat, tentunya memiliki sensasi tersendiri.
Inilah Makha, salah satu varian olahraga panahan tradisional asal Pakistan yang menggunakan busur sangat besar dan berat.
Baca Juga: Mengenal Kuliner Hangi dari Selandia Baru, Warisan Leluhur Suku Maori
Hampir mirip seperti panahan Kyudo di Jepang yang gunakan busur berukuran tidak umum, hanya Makha jauh lebih besar dan berat.
Seiring berjalannya waktu dan popularitas olahraga tradisional bangsa Pashtun di Pakistan yang telah berusia berabad-abad ini menghilang.
Namun, suku Yousafzai berusaha untuk tetap menghidupkannya dan menghidupkannya kembali serta mempromosikan Makha dengan menyelenggarakan turnamen rutin.
Selama turnamen, penyelenggara juga mengundang musisi dhol khas Pakistan baik saat pemanah telah menembak sasaran serta menabuh instrumen musik secara berirama sepanjang turnamen dan didukung dengan baik oleh suara bajajy (terompet) juga tari-tarian.
Pada beberapa turnamen, seperti di Karachi, penyair Pashto membacakan puisi mereka.
Turnamen Makha biasanya diselenggarakan pada musim semi atau setelah panen gandum, ketika orang-orang memiliki waktu yang relatif lebih banyak.
Peralatan Makha terdiri dari anak panah panjang (gashash dalam bahasa Pashto) dan busur panjang (leenda).
Baca Juga: Mengenal Tradisi Gulat Unta Turki, Warisan Kebudayaan Kesultanan Utsmaniah
Ujung anak panah tidak tajam, tetapi memiliki potongan logam pipih dan bundar yang terpasang (tubray).
Dahulu, busur adalah senjata perang, namun, setelah penemuan senjata modern, Makha menjadi permainan olahraga tradisional, yang dimainkan terutama di suku Yousafzai.