Klik saja - Tiap daerah memiliki tradisinya masing-masing, baik yang masih bertahan hingga sekarang maupun yang sudah lekang oleh zaman.
Sama halnya seperti Jawa tengah, ragam budaya tersedia di dalamnya yang sudah semestinya untuk terus dijaga.
Di kabupaten Magelang sendiri ada beberapa tradisi yang masih bertahan hingga sekarang.
Sejauh ini, ada dua tradisi yang saya tahu masih berjalan, bahkan telah menjadi rutinitas tahunan yang tak boleh dilewatkan.
Tradisi ini biasanya berlangsung di bulan Sapar dan Menjelang Ramadhan.
Baca Juga: Mengunjungi Istana Kuning, Jejak Kerajaan Islam di Kotawaringin Barat
Selain menjunjung warisan leluhur, tradisi ini juga menjadi jembatan untuk terus menjaga tali persaudaraan.
1. Saparan
Tradisi pertama yang masih aksis di Jawa tengah terutama di Magelang adalah Saparan.
Yang mana acara ini dilaksanakan sepanjang dalam bulan Sapar penanggalan Jawa.
Sebagai bentuk rasa syukur kepada para petani atas melimpahkan hasil panen dari kebun mereka.
Saparan adalah kata serapan dari nama bulan Safar dalam penanggalan Jawa, yang pada akhirnya pelafalannya dibuat lebih gampang menjadi Sapar.
Disebut saparan karena tradisi ini berlangsung di bulan tersebut.
Baca Juga: Gunung Purba Nglanggeran, Destinasi Wisata Keren di Selatan Yogyakarta
Meski nyatanya sudah banyak yang berubah dari awal terciptanya tradisi Saparan.