lokal

Bukan sedang Berperang! Ini Cara Unik Masyarakat Tempilang dalam Menyambut Bulan Ramadhan 2024 dengan Kegiatan 'Perang Ketupat'

Minggu, 3 Maret 2024 | 20:43 WIB
Bukan sedang Berperang! Ini Cara Unik Masyarakat Tempilang dalam Menyambut Bulan Ramadhan 2024 dengan Kegiatan 'Perang Ketupat' (Foto: Dok Diskominfo Bangka Barat)

Bangka Barat, Klik Saja - Perlu diingat, masyarakat Tempilang bukan sedang berperang melainkan antusias menyambut bulan Ramadhan 2024.

Tentunya antusias dari masyarakat Tempilang dalam menyambut Ramadhan 2024 dengan kegiatan 'Perang Ketupat'.

Bak berperang dan saling menyerang, ternyata ini ungkapan unik dari masyarakat Tempilang dalam menyambut bulan puasa Ramadhan 2024.

Baca Juga: Cocok dengan Lidah Kamu, Berikut Resep Ketoprak Khas Jakarta yang Cocok Buat Berbuka Usai Jalani Ibadah Puasa 2024

Dilansir Klik Saja melalui Website resmi Pemkab Bangka Barat, Tradisi Perang Ketupat tersebut sebagai penanda dan penyambut dari bulan Ramadhan.

Ribuan masyarakat dari dalam maupun luar Bangka Barat tampak antusias untuk datang menyemarakkan pesta adat festival Perang Ketupat.

Hal tersebut dalam kegiatan perang ketupat yang kembali digelar di Pantai Pasir Kuning, Kecamatan Tempilang, Minggu (3/3) siang.

Baca Juga: Praktis dan Simpel, Berikut Resep Pecel yang Cocok Menemani Sahur Selama Ibadah Puasa 2024

Kegiatan tahunan ini dilaksanakan setiap bulan ruah atau Sya’ban, sebelum tiba Ramadan.

Rangkaian acara dimulai dengan Ngancak, Penimbongan dan Taber Batas kampung pada malam Nisfu Sya’ban.

Sebelum perang ketupat dilakukan, sejumlah pertunjukan adat ditampilkan dimulai dari tarian selamat datang, tradisi Selawang Setuson atau Nganggung.

Baca Juga: Ada Belasan Ribu Orang akan Duduki Markas Bali United Pasca Kedatangan FIFA, Fasilitas Mewah BU Training Center Diuji Barati Cup 2024

Penampilan dilanjutkan dengan seni pencak silat yang dilakukan dua pendekar sebelum kemudian dilanjutkan dengan tradisi Penimbongan.

Pada acara puncak, puluhan pria dan wanita yang mengenakan seragam silat hitam, berkumpul di tengah lapangan.

Mereka saling rebutan ribuan ketupat, untuk saling dilemparkan kepada satu sama lain. Riuh peserta dan penonton terasa di tengah acara.

Halaman:

Tags

Terkini