Mengenal Uang Panai, Tradisi Pinangan Suku Bugis Yang Bergeser Makna

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 4 November 2025 | 21:45 WIB
Ilustrasi Penyerahan Uang Panai oleh Suku Bugis (berbagai sumbet)
Ilustrasi Penyerahan Uang Panai oleh Suku Bugis (berbagai sumbet)

KLIK SAJA - Suku Bugis merupakan salah satu suku terbesar di Indonesia yang mendiami wilayah Sulawesi Selatan, terutama di daerah Makassar.

Salah satu tradisi yang masih kuat dijalankan hingga kini adalah tradisi Uang Panai, sebuah adat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Bugis-Makassar.

Istilah Uang Panai berasal dari bahasa Bugis, yakni Doe’ Panai’ atau Doe’ Menre’, yang berarti “uang belanja” atau “uang pinangan”.

Tradisi ini mengharuskan pihak laki-laki memberikan sejumlah uang kepada keluarga calon pengantin perempuan sebelum pernikahan dilangsungkan.

Dalam adat Jawa, sebenarnya tradisi ini juga ada, namun dalam adat Bugis, perihal ini dilangsungkan secara formal.

Lebih dari sekadar formalitas, Uang Panai dianggap sebagai simbol keseriusan, tanggung jawab, dan penghormatan dari calon mempelai pria terhadap calon istrinya dan keluarganya.

Perbedaan Uang Panai dan Mahar

Sekilas, Uang Panai terlihat mirip dengan mahar. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar.

  • Mahar menjadi hak penuh milik mempelai wanita dan bersifat pribadi.
  • Uang Panai, sebaliknya, diberikan kepada keluarga mempelai wanita dan biasanya digunakan untuk membiayai kebutuhan pesta pernikahan.

Dengan demikian, Uang Panai lebih menekankan pada aspek sosial dan budaya dibandingkan aspek religius seperti halnya mahar.

Penentuan Besarnya Uang Panai

Jumlah Uang Panai ditentukan berdasarkan beberapa faktor, seperti tingkat pendidikan, status sosial, kecantikan, serta garis keturunan calon mempelai wanita.

Semakin tinggi strata sosial seorang wanita, biasanya semakin besar pula jumlah Uang Panai yang diminta.

Misalnya, wanita bergelar atau bermarga “Andi”—yang menandakan keturunan bangsawan—umumnya memiliki Uang Panai yang cukup tinggi.

Tingginya nilai Uang Panai kerap menjadi penghalang bagi pasangan yang ingin menikah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X