Rem Blong! Angkot Nyungsep di Lantai Dua Rumah Warga Padang

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 15 Mei 2025 | 11:23 WIB
Angkot nyungsep di salah satu rumah warga di Padang, imbas rem blong (RRI)
Angkot nyungsep di salah satu rumah warga di Padang, imbas rem blong (RRI)

KLIK SAJA — Kecelakaan tunggal yang menghebohkan warga terjadi di Lubuk Kilangan, Kota Padang, Selasa (13/5/2025) sore.

Sebuah angkutan kota (angkot) jurusan Pasar Raya–Indarung nyelonong tak terkendali dan berakhir menabrak lantai dua rumah warga di sekitar Simpang Kebun.

Insiden ini mengundang perhatian luas setelah diketahui bahwa angkot tersebut mengalami rem blong saat melintasi jalan menurun di kawasan Bukit Ngalau Karang Putih.

Menurut keterangan Kapolsek Lubuk Kilangan, Kompol Sosmedya, kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB.

Sopir angkot bernama Gustian (41) kehilangan kendali saat kendaraan melaju di turunan tajam dekat SDN 13 Batu Gadang.

Bersamanya, terdapat seorang penumpang bernama Rahma Dani (15) yang turut menjadi korban dalam insiden tersebut.

“Pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraan akibat rem blong, hingga akhirnya menabrak bagian atas rumah warga,” jelas Kompol Sosmedya, Selasa (14/5/2025).

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Namun, penumpang Rahma Dani mengalami luka ringan usai melompat dari kendaraan yang melaju cepat.

Ia sempat terjatuh di depan pos pemuda Kabun Rejo dan langsung mendapat pertolongan warga sekitar sebelum dijemput keluarganya setelah menerima perawatan medis.

Polisi memastikan kejadian ini masih dalam tahap penyelidikan oleh Unit Lantas Polsek Lubuk Kilangan. “Kami sudah tangani dan sedang dalam proses pendalaman,” ujar Kompol Sosmedya.

Meningkatnya Kasus Rem Blong di Indonesia

Fenomena rem blong bukan hal baru. Berdasarkan data Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), kasus kecelakaan akibat rem blong mengalami peningkatan signifikan di Indonesia.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengungkapkan, sebagian besar disebabkan oleh kelalaian perawatan dan sistem pengereman yang tidak layak pakai.

“Hasil investigasi kami menunjukkan bahwa kegagalan teknis pada sistem rem adalah penyebab utama, dan sebenarnya ini bisa dicegah,” ujarnya pada April 2025 lalu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: RRI, Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X