Mengenal Tradisi Pembuatan Perahu Lesung Suku Asmat

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 20 April 2025 | 15:23 WIB
Proses pembuatan perahu lesung khas Suku Asmat (Indonesia Kaya)
Proses pembuatan perahu lesung khas Suku Asmat (Indonesia Kaya)

Oleh karena itu, sebelum perahu digunakan, sering kali diadakan upacara khusus untuk memohon restu.

Menariknya, ada sejumlah pantangan yang harus ditaati selama pembuatan perahu. Suara bising, misalnya, harus dihindari karena diyakini dapat mengganggu roh.

Bahkan batang kayu yang belum bersentuhan dengan air pun tidak boleh diinjak sembarangan.

Perahu lesung terbagi menjadi dua jenis: perahu keluarga dan perahu klan. Perahu keluarga biasanya berukuran 4–7 meter dan cukup untuk 2–5 orang.

Sedangkan perahu klan bisa mencapai 20 meter dan membawa hingga 20 orang. Selain itu, fungsinya pun beragam—dari berburu, menangkap ikan, hingga keperluan perang.

Suku Asmat mendayung sambil berdiri dengan dayung kayu panjang yang ujungnya lancip, siap menjadi alat bela diri jika diperlukan.

Ini adalah bentuk kesiap-siagaan menghadapi bahaya di alam liar, termasuk serangan hewan buas.

Hingga hari ini, tradisi perahu lesung ‘Kole-kole’ masih tetap hidup. Ia bukan sekadar alat transportasi, tapi juga simbol identitas, kehormatan, dan warisan leluhur.

Perahu lesung adalah bukti betapa kaya dan mendalam budaya maritim bangsa Indonesia. Tradisi ini patut dijaga agar tetap lestari sepanjang masa.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X