KLIK SAJA - Masyarakat Indonesia dikenal dengan keragaman budaya dan tradisinya, termasuk ketika menyambut bulan suci Ramadan.
Di Pulau Muna dan Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, terdapat sebuah tradisi unik yang disebut Haroa dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadan.
Tradisi ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat setiap menyambut bulan Ramadan.
Haroa bukan hanya bernilai religius, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal dan semangat kebersamaan yang kental.
Haroa pada prinsipnya adalah tradisi syukuran yang dilakukan oleh masyarakat Pulau Muna dan Buton untuk menyambut datangnya bulan Ramadan.
Kata "Haroa" sendiri berasal dari bahasa Wolio (bahasa yang digunakan oleh masyarakat Buton), yang memiliki arti "perayaan" atau "syukuran".
Tradisi ini biasanya dilakukan jelang beberapa hari sebelum bulan Ramadan dimulai dan melibatkan seluruh anggota masyarakat.
Pada tradisi Haroa akan disajikan makanan berupa sepiring nasi minyak tertutup telur yang berada ditengah talang dan kue tradisional berupa onde-onde, wajik (waje), ubi goreng (ngkaowi-owi), cucur (cucuru), kue beras (baruasa), pisang goreng (sanggara), kue pasta (epu-epu), dan bolu serta Manu nasu wolio (ayam masak khas wolio) yang disajikan dalam cangkir.
Sajian tersebut kemudian akan diletakkan di wadah bernama Tala (talang berkaki) dengan penutup yang oleh masyarakat Liya menyebutnya dengan katubangko.
Baca Juga: Melihat Potret Suasana Ramadan di Australia, Sangat Multikultural dan Semarak
Menariknya, sajian ini akan berbeda yang meliputi tata letak/piranti saji maupun perbedaan jumlah kuliner yang didasarkan pada status sosial.
Bahkan, pada beberapa wilayah memiliki tata cara pengisian talang yang berbeda-beda, misalnya masyarakat Wajo-Lamangga, Melai, Wameo dan Kadolo.
Begitu pula ada perbedaan jumlah setiap makanan yang akan disajikan, yaitu satu piring untuk satu jenis makanan dan berjumlah ganjil jika Haroa tersebut untuk bulan baik sedangkan untuk Haroa orang yang telah meninggal jumlah sajian akan berjumlah genap.