Sebagai suatu kelompok, unta jantan yang bergulat ini disebut unta "tülü".
Unta-unta ini dibiakkan khusus untuk gulat, yang berarti bahwa nenek moyang unta gulat ini adalah pegulat itu sendiri.
Unta-unta ini dibiakkan dengan sangat hati-hati dan dilatih untuk gulat.
Kontes diadakan pada bulan-bulan musim dingin Desember, Januari, Februari, dan Maret ketika para unta tülü ini sedang birahi.
Pada dini hari pertemuan, kerumunan orang mulai berbondong-bondong ke lapangan gulat sementara pemilik unta mencoba menemukan tempat yang bagus di lapangan tempat unta mereka dapat saling berhadapan.
Tak jarang para penonton membakar sate barbekyu di tengah lomba, untuk menambah keseruan.
Sekitar pukul 9 atau 10, para penggemar gulat unta telah memenuhi lapangan.
Penjual kaki lima mendirikan stan dan meja mereka di sekitar lapangan tempat mereka menawarkan berbagai macam makanan, minuman, dan suvenir, sementara penabuh drum dan pemain zurna memainkan lagu-lagu tradisional.
Cazgir, orang yang mengumumkan pegulat atau unta-unta yang akan bergulat, akan memanggil nama-nama unta.
Cazgir membacakan puisi yang memuji setiap unta, yang akan menambah warna pada pertandingan.
Baca Juga: Mengenal Pertunjukan Caci, Perpaduan Keberanian, Ketangkasan dan Sastra Manggarai
Ia memperlakukan pertandingan gulat unta seperti penyiar olahraga yang bertindak sebagai komentator pertandingan sepak bola.
Ada dewan wasit yang dibentuk oleh seorang wasit kepala, wasit tengah, dan wasit meja, serta seorang urgancı (orang yang menangani tali), orang yang bertanggung jawab untuk mengikat mulut unta, dan orang yang memeriksa mulut unta setelah diikat.
Gulat unta diadakan dalam empat kategori, yaitu kaki, tengah, bawah kepala, dan kepala.
Seekor unta dapat menang dengan salah satu dari tiga cara berikut: