Bukan Berarti Para Pendaki Gunung Akan Mencintai Alamnya

photo author
Nikmaturrahmaniya, Klik Saja
- Senin, 4 November 2024 | 15:00 WIB
Maraknya sampah di jalur pendakian gunung  (Pexels.com / K U N A L)
Maraknya sampah di jalur pendakian gunung (Pexels.com / K U N A L)

Dari sini dapat dilihat, bahwa setiap yang katanya pencinta gunung tak mesti mencintai alamnya. Mencintai alam memang tak sesederhana dengan tidak membuang sampah sembarangan di alam bebas.

Tapi hal yang paling sesederhana untuk tidak membuang sampah sebagai bentuk mencintai alam saja banyak yang belum bisa melakukannya.

Tak hanya soal sampah saja, masih banyak juga pendaki yang abai pada peringatan-peringatan serta narasi untuk tidak merokok di atas gunung.

Masalahnya sudah banyak kasus diakibatkan oleh pendaki yang membuang puntung rokok sembarangan. Seharusnya para pendaki bisa lebih mawas diri dalam hal seperti ini.

Upaya Pencegahan Yang Dapat Dilakukan

Jika hal seperti ini terus dibiarkan, tentu tidak akan lama gunung-gunung di Indonesia akan kehilangan keestetikaannya.

Maka dari itu setidaknya ada hal yang dilakukan untuk menyadarkan para pendaki agar tak gampang membuang sampah di gunung.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan hal serupa seperti yang diterapkan oleh Pengelola gunung Merbabu dan Sumbing.

Di mana para pendaki harus menunjukkan semua barang bawaan saat proses registrasi dan semua akan didata tanpa terkecuali.

Hal ini juga akan dilakukan lagi saat para pendaki turun gunung. Semua barang akan kembali dicek dan dicocokkan dengan data yang telah dicatat sebelumnya.

Jadi baik itu puntung rokok, bungkus permen, dan bentuk sampah lain harus di bawa turun kembali. Semua harus sesuai dengan data yang telah dicatat sebelumnya.

Jika ada satu sampah yang tertinggal di atas, maka pendaki akan diminta untuk mencari sampah tersebut atau membayar denda Rp 50.000 untuk setiap sampah yang ditinggalkan.

Adanya peraturan seperti ini tentu mengharuskan para pendaki agar lebih bertanggung jawab dengan sampah-sampah yang dibawa.

Juga mendorong para pendaki untuk lebih berhati-hati agar tak meninggalkan barang bawaan sekecil apa pun itu di gunung. Jika sampai mengabaikan maka pendaki harus menyiapkan uang dendanya.

Mendaki memang asyik, tapi menjaga alam jauh lebih wajib. Jangan mendaki hanya karena fomo dan mengikuti tren saja, jika pada akhirnya hanya akan merusak keindahan gunung-gunung yang di Indonesia.

Mendaki boleh, tapi menaati peraturan di atas gunung juga harus lebih diutamakan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nikmaturrahmaniya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X