Pangkalpinang, Klik Saja - Akibat lakukan perundungan diketahui empat siswa yang telibat tindakan perundungan di salah satu SDN Kota Pangkalpinang, dikenai sanksi pindah sekolah dan skorsing.
Diketahui dari konferensi pers dilakukan satu pelaku bullying kena sanksi pindah Sekolah, dan tiga pelaku lainnya dikenakan Skorsing terhadap teman kelasnya di salah satu SDN Kota Pangkalpinang.
Lantas hal itu, konferensi pers tersebut untuk menyikapi kasus perundungan yang terjadi di salah satu SDN Kota Pangkalpinang.
Baca Juga: Guwahati Masters 2023 : 3 Pebulutangkis Indonesia Melaju ke Babak 32 Besar
Baca Juga: Ada 14 Juta Lebih Siswa yang Dapat BLT, Berikut Informasi Lengkapnya dari PIP Kemdikbud 2023
Sub Koordinator Peserta Didik dan Pendidikan Karakter Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pangkalpinang Al Hatas Cahyadi mengatakan, setelah dilakukan mediasi, yang hampir melibatkan seluruh stakeholder terkait.
Akhirnya kedua belah pihak menyepakati semuanya saling untuk memaafkan antara orangtua korban dan orangtua pelaku.
“Alhamdulillah tadi kita semua sudah sepakat bersama untuk saling memaafkan yang disaksikan langsung pihak Kelurahan, pihak sekolah, Bapas Pangkalpinang, Polresta Pangkalpinang, Satgas PPA, dan Dinas Sosial,” ujar Al Hatas Cahyadi kepada awak media pada Selasa 5 Desember 2023.
Baca Juga: Hanya Butuh 5 Kriteria Ini, Berikut Cara Dapatkan Bantuan Uang Rp 3 Juta Cair Bagi Pelaku UMKM
Terkait kejadian mencoreng dunia pendidikan itu, Al Hatas menuturkan dari hasil mediasi tersebut dibuatlah Nota Kesepakatan bersama.
Al Hatas menambahkan bahwa salah satu pelaku Bullying diberikan sanksi dipindahkan dari sekolah tersebut ke sekolah lain yang akan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan kota Pangkalpinang.
“Kita akan fasilitasi nantinya untuk pindah ke sekolah yang lain, kalau untuk tiga pelaku lainnya hanya dikenakan sanksi Skorsing belajar dari rumah saja, dalam kurun waktu selama satu bulan dan akan mendapatkan konseling Peksos Dinas Sosial Pangkalpinang,” tambahnya.
Baca Juga: Ditutup Menguat! IHSG Tembus Hingga Ke Level 7.100, Simak Rekomendasi Acuan Saham Perdagangan Besok
Al Hatas menjelaskan, penekanan pencegahan serta sosialiasi dari Dindik sudah dilakukan tetapi dari pihak sekolah terbatas, karena jam anak-anak itu banyak dirumah.
“Sosialisasi pencegahan tetap dijalankan, tapi efek ke anak-anak bisa saja dari Media Sosial, karena mereka bebas menggunakan Handphone, menurut beberapa Guru Bimbingan Konseling (BK) yang melakukan penanganan kepada anak efek yang parah itu ada di Game Online, karena ada juga Game itu yang memicu pada kekerasan,” jelasnya.
Artikel Terkait
Serahkan 200 Sertifikat Tanah Pada Masyarakat, Ini Penjelasan Kepala Kanwil BPN Babel
BPS Babel Resmi Keluarkan Hasil Sensus Pertanian 2023, Petani Lokal Menyambut Baik Hal Tersebut
Penyerahan 200 Sertifikat Tanah Kepada Masyarakat Bangka Belitung, Ini Harapan Sekda Babel Naziarto
Dor! Akhir Kisah Dari Pelaku Supri Dalam Kasus KDRT yang Terjadi di Tempilang
Video Viral Menunjukkan Perundungan Terjadi di Salah Satu SDN Kota Pangkalpinang, Terbarunya! Sudah Dilakukan Mediasi Kedua Pihak