Tanpa jadwal, kita mungkin merasa kewalahan dengan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan dan akhirnya menunda-nundanya karena tidak tahu harus mulai dari mana.
Mulailah dengan mengidentifikasi semua tugas yang perlu Anda selesaikan dalam sehari.
Kemudian, alokasikan waktu tertentu untuk setiap tugas dalam jadwal Anda.
Pastikan Anda realistis dalam mengestimasi waktu yang dibutuhkan untuk setiap tugas dan sisakan waktu untuk istirahat dan jeda singkat.
Saat menyusun jadwal, penting untuk memprioritaskan tugas-tugas yang paling penting dan mendesak.
Anda bisa menggunakan metode seperti matriks Eisenhower (mendesak dan penting, tidak mendesak tapi penting, mendesak tapi tidak penting, tidak mendesak dan tidak penting) untuk membantu Anda dalam memprioritaskan tugas.
Fokuslah untuk menyelesaikan tugas-tugas yang paling penting terlebih dahulu sebelum beralih ke tugas-tugas yang kurang mendesak.
Setelah jadwal Anda selesai, usahakan untuk mematuhinya sebisa mungkin.
Anggap jadwal Anda sebagai janji dengan diri sendiri yang harus Anda tepati.
Jika ada hal-hal yang tidak terduga muncul, coba untuk menyesuaikan jadwal Anda alih-alih mengabaikannya sepenuhnya.
Dengan memiliki jadwal harian yang terstruktur dan memprioritaskan tugas-tugas penting, Anda akan memiliki peta jalan yang jelas untuk hari Anda dan lebih kecil kemungkinannya untuk menunda-nunda pekerjaan.
3. Ciptakan Lingkungan Kerja yang Mendukung dan Minimalkan Gangguan
Langkah ketiga yang tidak kalah penting dalam membangun rutinitas sehat untuk menghindari penundaan adalah dengan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan meminimalkan gangguan.
Lingkungan kerja yang kondusif dapat membantu kita untuk tetap fokus dan produktif, sementara gangguan dapat dengan mudah mengalihkan perhatian kita dan memicu keinginan untuk menunda-nunda.
Identifikasi gangguan-gangguan utama yang seringkali membuat Anda menunda-nunda pekerjaan.