Jerhemy menyebut papan itu bukan hanya murah, tetapi juga tampak estetik ketika dipasang rapi.
Pengalaman ini menjadi contoh nyata bahwa kreativitas bisa mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai.
Papan Daur Ulang Plastik yang Dipakai Bernama Alduro
Dalam unggahannya, Jerhemy mengungkapkan bahwa papan yang ia gunakan adalah produk bermerek Alduro, yang terbuat dari bahan daur ulang plastik.
Ia mengaku baru mengetahui bahwa material tersebut memiliki banyak keunggulan teknis.
Jerhemy menyebut papan Alduro tahan air, kedap suara, tidak mudah berkarat, dan bahkan membuat ruangan terasa lebih adem.
Hal ini menjadikannya cocok digunakan sebagai pelapis tembok maupun atap.
Menariknya, bahan utama papan ini berasal dari sampah sachet yang biasanya sulit terurai di alam.
Jerhemy menilai penggunaan material seperti ini bisa menjadi langkah sederhana untuk mengurangi pencemaran plastik.
Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa bahan bangunan modern tidak selalu harus berasal dari material konvensional.
Daur Ulang Jadi Langkah Nyata Mengurangi Sampah Plastik
Baca Juga: Festival Dugderan Semarang 2026: Rangkaian Acara, Makna Budaya dan Wisata Pasar Rakyat
Jerhemy menekankan bahwa penggunaan papan dari sampah sachet bukan sekadar tren estetika, tetapi juga bentuk kepedulian lingkungan.
Ia menyebut bahwa sampah sachet sering kali berakhir di jalanan, sungai, atau menumpuk di gunung sampah.