Alduro dari Daur Ulang Plastik Jadi Alternatif Asbes, Jerhemy Owen Buktikan Bisa Jadi Tembok dan Atap

photo author
- Minggu, 15 Februari 2026 | 18:01 WIB
Alduro dari Daur Ulang Plastik Jadi Alternatif Asbes, Jerhemy Owen Buktikan Bisa Jadi Tembok dan Atap (Content Creator, Jeremy Owen membagikan pengalamannya menggunakan papan bangunan yang terbuat dari daur ulang plastik. (Instagram.com/@jerhemynemo))
Alduro dari Daur Ulang Plastik Jadi Alternatif Asbes, Jerhemy Owen Buktikan Bisa Jadi Tembok dan Atap (Content Creator, Jeremy Owen membagikan pengalamannya menggunakan papan bangunan yang terbuat dari daur ulang plastik. (Instagram.com/@jerhemynemo))

Jerhemy menyebut papan itu bukan hanya murah, tetapi juga tampak estetik ketika dipasang rapi.

Pengalaman ini menjadi contoh nyata bahwa kreativitas bisa mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai.

Papan Daur Ulang Plastik yang Dipakai Bernama Alduro

Dalam unggahannya, Jerhemy mengungkapkan bahwa papan yang ia gunakan adalah produk bermerek Alduro, yang terbuat dari bahan daur ulang plastik.

Baca Juga: Review Film Pain and Gain (2013), Ketika Mantan Narapidana Berotot Terlibat Aksi Gangster di Miami, Mirip Kisah GTA!

Ia mengaku baru mengetahui bahwa material tersebut memiliki banyak keunggulan teknis.

Jerhemy menyebut papan Alduro tahan air, kedap suara, tidak mudah berkarat, dan bahkan membuat ruangan terasa lebih adem.

Hal ini menjadikannya cocok digunakan sebagai pelapis tembok maupun atap.

Menariknya, bahan utama papan ini berasal dari sampah sachet yang biasanya sulit terurai di alam.

Jerhemy menilai penggunaan material seperti ini bisa menjadi langkah sederhana untuk mengurangi pencemaran plastik.

Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa bahan bangunan modern tidak selalu harus berasal dari material konvensional.

Daur Ulang Jadi Langkah Nyata Mengurangi Sampah Plastik

Baca Juga: Festival Dugderan Semarang 2026: Rangkaian Acara, Makna Budaya dan Wisata Pasar Rakyat

Jerhemy menekankan bahwa penggunaan papan dari sampah sachet bukan sekadar tren estetika, tetapi juga bentuk kepedulian lingkungan.

Ia menyebut bahwa sampah sachet sering kali berakhir di jalanan, sungai, atau menumpuk di gunung sampah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X