entertainment

Review Film 'To Catch a Killer' (2023), Dari Montreal ke Kamar Gelap Pikiran

Sabtu, 29 November 2025 | 21:58 WIB
Review Film 'To Catch a Killer' (2023), Dari Montreal ke Kamar Gelap Pikiran (IMDb)

Di antara hiruk-pikuk penyelidikan, muncul seorang penyidik pemula dengan insting tajam.

Cara pandangnya yang tidak konvensional membuatnya ikut terseret jauh ke dalam investigasi.

Ia melihat pola yang tak dilihat orang lain yang kadang lebih menakutkan daripada fakta itu sendiri.

Shailene Woodley Tampil Liar tapi Terkendali

Shailene Woodley tampil bukan sekadar sebagai polisi “pintar-pintar bodoh”, tapi sosok yang rapuh, punya trauma, namun tetap nekat memecahkan kasus besar.

Baca Juga: Review Film John Wick: Chapter 3 – Parabellum (2019), Ketika Keanu Reeves Baku Hantam dengan Yayan Ruhiyan

Ben Mendelsohn, sebagai kepala investigasi, memberikan kontras yang pas, senior dingin yang sudah kenyang menghadapi kekerasan dunia nyata.

Chemistry keduanya seperti api kecil di ruang dingin diam-diam menyala, tapi tidak pernah meledak berlebihan.

Film ini kuat bukan karena adegan aksi, tapi karena tensi psikologis antara karakter-karakternya.

Damián Szifron Bikin Kota Terasa Seperti Karakter

Syuting di Montreal bukan tanpa alasan. Kota itu jadi “panggung alami” untuk atmosfer dingin dan penuh paranoia.

Szifron benar-benar memperlakukan kota sebagai karakter pendukung sunyi, gelap, dan menekan.

Baca Juga: Review Film Chocolate (2008), Kisah Gadis Autis Jago Beladiri Muay Thai Habisi Kelompok Kriminal

Ia juga membutuhkan bertahun-tahun menyempurnakan skenario agar tetap realistis.

Alhasil, alur penyidikannya terasa seperti dokumenter investigasi, bukan fiksi—pelan tapi mencekam, hening tapi menggigit.

Halaman:

Tags

Terkini