entertainment

Imipas Konfirmasi Pemindahan Wewenang ke Lapas Cipinang Setelah Sabu dan Ganja Ditemukan di Sel Rutan Salemba

Rabu, 15 Oktober 2025 | 00:18 WIB
Imipas Konfirmasi Pemindahan Wewenang ke Lapas Cipinang Setelah Sabu dan Ganja Ditemukan di Sel Rutan Salemba (Menyoroti kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat artis, Ammar Zoni dari pandangan mantan staf ahli kepolisian hingga rekan dekatnya. (Instagram.com/@ammarzonii))

Ada yang geram karena perbuatannya dianggap mencoreng profesi artis, ada pula yang menyebut bahwa di balik perilakunya, mungkin tersimpan luka batin yang belum sembuh. Berikut ini di antaranya:

Eks Staf Ahli Polisi: Sanksi Seberat-beratnya

Mantan staf ahli Kapolri, Ricky Sitohang menyebut tak ada alasan lagi untuk memberi rehabilitasi bagi pengedar narkoba, apalagi bagi seseorang yang sudah berkali-kali tersandung kasus serupa seperti Ammar Zoni.

“Berarti memang dia tidak pernah akan tidak mau tobat,” ujar Ricky sebagaimana dikutip dari YouTube Intens Investigasi, pada Selasa, 14 Oktober 2025.

Baca Juga: Review Film 'Yakin Nikah' (2025), Antara Tekanan Keluarga untuk Menikah Cepat dan Kemunculan Kocak Sang Mantan Kekasih

Purnawirawan lulusan Akpol 1983 itu menuturkan, sanksi tegas adalah satu-satunya jalan agar pelaku jera.

“Berikan sanksi yang berat, jangan rehab-rehab mulu, kapan sadarnya. Nggak usah rehab, rehabnya di kuburan sana aja,” ucap Ricky.

Eks Staf Ahli Kapolri itu memastikan, hukuman keras diperlukan agar pelaku tak mengulangi kesalahan dan memberi efek gentar bagi yang lain.

Zeda Salim: Ammar Zoni Bantuan Psikiater

Rekan sesama artis sekaligus sahabat lama Ammar, Zeda Salim memilih nada berbeda. Ia tak membela, tapi juga tak sepenuhnya menghujat.

Dalam pandangannya, Ammar membutuhkan pertolongan yang lebih dari sekadar hukuman hukum.

“Dia butuh, yang dia butuhkan sekarang tuh cuma dua. Pertama, pertolongan Allah, karena kondisinya sudah kacau sekali sekarang, parah sekali dia,” kata Zeda kepada awak media di Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Senin, 13 Oktober 2025.

Baca Juga: Review Game ‘FC 26’ (2025), Penerus FIFA yang Mampu Bersaing dengan Pro Evolution Soccer

“Dan yang kedua, dia butuh psikiater. Karena saya melihat isi otak dan hatinya bermasalah sepertinya,” imbuhnya.

Di sisi lain, Zeda juga menyoroti sisi kemanusiaan yang jarang dibahas.

Halaman:

Tags

Terkini