KLIK SAJA - Waktunya telah tiba untuk melepaskan harapan bahwa penerus game sepakbola FIFA suatu hari akan mampu menyaingi sang rival lama, Pro Evolution Soccer.
Selama pengembangan FC 26, game developer legendaris EA secara aktif menggandeng panel influencer dan perwakilan komunitas untuk ikut menentukan arah desain permainan.
Hasilnya adalah pengalaman sepak bola yang terbagi dua: offline dan online.
Secara offline, game ini tampil sebagai simulasi sepak bola sejati — menonjolkan aspek rating pemain dan kelelahan fisik.
Namun ketika dimainkan online, ia berubah menjadi sebuah e-sport murni: cepat, agresif, dan berfokus pada tembakan dan gol, bukan pada pertahanan solid.
Mode Offline: Simulasi yang Kembali Bernyawa
Dalam mode karier, permainan terasa lebih tenang dan realistis dibandingkan seri FIFA atau FC sebelumnya.
Taktik benar-benar berpengaruh, perbedaan statistik seperti penguasaan bola dan visi permainan terasa nyata.
Bahkan kondisi cuaca dan lapangan memengaruhi jalannya pertandingan — bola bisa menempel atau meluncur di rumput basah, menciptakan sensasi yang lebih otentik.
Permainan dengan pembangunan serangan yang sabar kini mendapat penghargaan tersendiri; Anda bisa menembus pertahanan lawan tanpa perlu 17 kombinasi trik pada stik kontrol.
Ada nuansa strategis dan intelektual yang telah lama hilang dari seri ini.
Setelah beberapa tahun stagnan, Manager Mode akhirnya terasa seperti cara bermain bagi para op sejati.
Sistem baru career carousel membuat hasil pertandingan berpengaruh langsung pada stabilitas pekerjaan pelatih — mereka bisa dipecat atau direkrut oleh klub lain.
Untuk pertama kalinya, tim-tim CPU akan menerapkan taktik pelatih baru mereka, menghadirkan variasi permainan yang menyegarkan. Tambahan elemen acak seperti cedera saat latihan juga membuat pengalaman semakin realistis.