Ultimate Team: Antara Kritik dan Perbaikan
Selama ini Ultimate Team (FUT) sering dikritik sebagai mode “perjudian”, di mana pemain yang paling banyak mengeluarkan uang untuk membuka paket pemain (seperti album Panini) hampir selalu keluar sebagai pemenang.
Namun kali ini, EA membawa sejumlah pembaruan yang menyenangkan penggemar, seperti:
- Sistem Evolution, yang memungkinkan peningkatan kemampuan penjaga gawang,
- dan kembalinya turnamen “all-silver”, yakni kompetisi online yang hanya memperbolehkan pemain dengan peringkat silver.
Gameplay di dalam FUT menggunakan pengaturan kompetitif online, yang disesuaikan dengan masukan lama komunitas.
Bersiaplah untuk pertandingan seperti basket, penuh trik, tembakan, dan gol-gol cepat.
Kecerdasan buatan (AI) dan animasi penjaga gawang baru membantu menahan skor tetap realistis, tapi bertahan tetap terasa sangat sulit.
Ketiadaan sistem kelelahan pemain juga menambah tantangan: dalam versi sebelumnya, penyerang cepat biasanya akan diganti setelah 70 menit — kini mereka bisa berlari dengan kecepatan penuh hingga masa injury time, membuat pertahanan kuat terasa sia-sia.
Inilah yang diinginkan sebagian besar pemain, tapi mengorbankan unsur realisme.
Rush Mode: Cepat, Intens, dan Menghibur
Gameplay yang serba cepat justru lebih cocok dan menyenangkan di mode Rush, versi lima lawan lima yang kembali hadir.
Berbagai peningkatan kualitas bermain membuatnya sama adiktifnya dengan pendahulunya, FIFA Street.
Masalah-masalah lama seperti pemain yang “meninggalkan” tim dengan menahan stik (rubber-banding) kini telah diatasi.
Penjaga gawang melakukan penyelamatan cerdas, dan sudut pandang kamera kini menyesuaikan posisi pemain tanpa mengorbankan pandangan atas lapangan.
Di sini, lemahnya sistem pertahanan terasa lebih wajar, dan untuk saat ini, Rush adalah cara paling menyenangkan untuk menikmati FUT.
Menolak Realisme, Menggapai Kolaborasi