Ada satu garis non-linear yang melatarbelakangi motivasi Rob dalam menjalankan misi pribadinya dengan kedok agama. Menjadi pelajaran bermanfaat bagi para penonton karena praktek seperti ini masih banyak terjadi di masyarakat.
Baca Juga: Review Film Kraven : The Hunter (2024), Eman Melihat Potensi Besar Kraven yang Tersia-siakan
Rob Mathews, Besar di Keluarga Berada, dan Terinspirsi Sebuah Novel
Mengulik lebih dalam sosok Rob Mathews, pria yang akhirnya meninggal dalam penangkapan besar di usia 31 tahun ini sebenarnya merupakan putra bungsu dari keluarga berada.
Ayahnya, Johnny Mathews merupakan seorang walikota di Marfa, Texas sedangkan ibunya Una pemimpin Ibu Pramuka di wilayah tersebut.
Namun pada pergulatan dalam mencari jati diri, Rob terindikasi lebih menyukai pergerakan sayap kanan di dalam John Birch Society.
Disinilah ia banyak belajar tentang sejarah dan politik, yang dikombinasikannya dengan aktif sebagai aktivis Gereja Mormon sebelum akhirnya berbeda haluan ideologi dengannya.
Berkiblat pada buku Novel The Turner Diaries, Rob secara bulat-bulat ingin menerapkan tahapan yang ada di dalam buku itu untuk mendukung separatisme kulit putih di Amerika. Tujuannya tidak main-main, yakni meneror Washington sekaligus FBI.
Baca Juga: Review Film Gladiator II (2024), Perjuangan Sang Gladiator Mempertahankan Mimpi Roma
Terbatas Pada Fakta, Banyak Karakter Kurang Menyala
Kembali membahas Film The Order, sayang bagi Tye Sheridan kurang mendapatkan sorotan lampu yang terang karena memang sutradara Justin Kurzel tidak ingin terlalu melebar dari fakta yang ada.
Jude Law is Jude Law. Ia merupakan sosok aktor yang selain bisa terlihat natural, bisa memerankan ekspresi watak keras dalam memerankan agent Terry.
Kepedihan masa lalu disampaikannya dengan dalam, cukup meski penonton masih menagih banyak cerita yang belum usai dari mulutnya.
Beberapa artis lain yang memerankan Alan Berg (Marcus Maron), Bruce Pierce (Sebastian Pigott), dan Gary Yarbrough (George Tchortov) mewarnai dengan arsiran bayangan sebuah gambar kelam yang berfokus pada sosok Rob.
Secara keseluruhan, film ini sukses memberikan fakta sejarah dengan tidak membosankan. Keterbatasan pada fakta sajalah yang membuat sisi thriller menjadi berkurang, seperti momen penyergapan Rob Mathews yang sedikit mirip dengan Operasi Geronimo.