KLIK SAJA - Memang benar bila mengatakan film kedua sulit untuk mengalahkan film perdananya. Itu juga disadari produser Ridley Scott saat menggarap Gladiator II usai kesuksesan besar film perdana yang tayang 24 tahun lalu.
Namun harus diapresiasi jarak tiga windu itu berhasil membuat karakter Lucius Verus menjadi sosok dewasa untuk mempertahankan mimpi kakeknya, Marcus Aurelius tentang Roma yang Baru.
Bersama penulis naskah David Scarpa, Peter Craig, dan David Franzoni, produser Ridley Scott sangat paham bahwa yang harus dilawan adalah ekspektasi sangat besar dari fans lama Gladiator.
Namun kembali, memang ini jadi bagian tersulitnya. Hanya dengan menikmati film ini secara terpisah, kita baru bisa menilai secara obyektif. Tapi itu tidak mungkin.
Sama persis ketika Boruto coba ditunjukkan sebagai tokoh yang lebih besar, kecintaan fans kepada Naruto hanya bisa menempatkan kisah generasi kedua tidak lebih daripada pendahulunya.
Maka dari itu, film action berdurasi 2 jam 28 menit ini tidak bermaksud berdiri sendiri, namun mengajak penonton melihat lagi karya sebelumnya. Terbukti, belasan kali terucap nama Marcus Aurelius dan Maximus keluar dari berbagai macam tokoh.
Baca Juga: Review Film Carry-On (2024), Aksi Menegangkan Taron Egerton Mengamankan Gas Beracun Dalam Pesawat
Gladiator II yang Sudah Dipersiapkan
Ridley Scott langsung memperkenalkan karakter kuat dan dewasa bernama Hanno (diperankan Paul Mescal) yang hendak mempertahankan Bangsa Numidia dari invasi Jenderal Acacius (Pedro Pascal) dari kerajaan Roma.
Dengan armada yang lebih besar, Roma berhasil menundukkan Numadia, dan pada prosesnya membunuh istri Hanno yang bernama Arishat (Yuval Gonen).
Hanno dan sisa pasukan Numadia dibawa ke Roma untuk dijual sebagai budak maupun menjadi Gladiator untuk mendapatkan kebebasannya. Hanno tentu tidak melawan, sebab tujuannya hanyalah membalas dendam kematian Arishat dengan membunuh Acacius.
Seperti diketahui, ternyata Hanno adalah Lucius Verus Aurelius, anak dari Maximus, dan cucu dari Marcus Aurelius.
Artikel Terkait
Review Film Killer Heat (2024), Plot Twist Kelam dalam Cinta Segitiga Kembar Monozigotic
Review Film Red One (2024), Penculikkan Santa Claus Menjelang Malam Natal
Review Film Juror #2 (2024), Ketika Terkadang Kebenaran Tidak Selalu Berujung Keadilan
Review Film We Live In Time (2024), Enam Bulan Fantastis dan Proaktif Seorang Chef Kesayangan Keluarga
Review Film Carry-On (2024), Aksi Menegangkan Taron Egerton Mengamankan Gas Beracun Dalam Pesawat
Review Film Vermiglio (2024), Keindahan Alam Menopang Kelesuan Film Drama Klasik dengan Banyak Penghargaan Ini