entertainment

Review Film The Six Triple Eight (2024), Batalyon 6888 dengan Misi Mulia Melancarkan Komunikasi dan Meningkatkan Harapan Tentara Perang

Selasa, 24 Desember 2024 | 09:59 WIB
Poster film The Six Triple Eight (2024) (www.chennaitop10.com)

KLIK SAJA - Netflix kembali meluncurkan film spesial untuk menghargai para pejuang perang Amerika Serikat yang tidak terekspos oleh media di masa lampau, terkhusus prajurit wanita berkulit warna.

Sebuah batalyon khusus yang awalnya terdiskriminasi, ternyata menjadi salah satu faktor penting sisi non-teknis keberhasilan pasukan garda terdepan USA di Eropa. Mereka adalah Batalyon Direksi Pos Pusat 6888, The Six Triple Three.

Tyler Perry menjadi penulis naskah film bersama dengan Kevin Hymel, dan ia merangkap menjadi produser pada film yang diluncurkan 20 Desember 2024 di OTT berbayar Netfilx.

Durasi film drama-perang selama 2 jam 7 menit, sangat cukup untuk menjelaskan secara runtut terbentuknya Batalyon 6888 hingga jasa yang mereka berikan terhadap tentara Amerika Serikat di Eropa pada Perang Dunia II.

Seperti remahan kertas yang dikumpulkan menjadi satu, plot dari The Six Triple Eight mampu dibangun secara kokoh hingga momen akhir film, yang menunjukkan dokumentasi sambutan khusus Ibu Negara Michelle Obama untuk beberapa anggota Batalyon 6888 yang masih hidup.

Salah satu narasumber sekaligus saksi hidup, adalah Lena Derriecott King yang kisah hidupnya turut memberi bumbu penyedap karya inspiratif di bawah payung produksi Netflix, Georgia Films, dan Tyler Perry Sudios ini.

Baca Juga: Review Film Kraven : The Hunter (2024), Eman Melihat Potensi Besar Kraven yang Tersia-siakan

Sosok Major Adams (depan) dalam poster film The Six Triple Eight (2024) (IMDb)

Bermula dari Pencarian Lena Derriecott

Awal film memperlihatkan secara kolosal pertempuran Perang Dunia II di Eropa yang diikuti pasukan Amerika Serikat dalam bendera sekutu. Dalam kondisi perang yang intens ini, ternyata surat-surat yang dikirim oleh dan kepada keluarga prajurit di Amerika Serikat sangat dinantikan.

Namun pada akhirnya, kebutuhan logistik perang lebih diutamakan untuk kemenangan perang, sehingga berdampak banyak surat yang tidak sampai kepada keluarga maupun kepada prajurit.

Kemudian kita diperkenalkan pada Lena Derriecott (Ebony Obsidian) yang sepulang sekolah langsung dijemput oleh kekasih Yahudi-nya, Abram David (Gregg Sulkin).

Kebersamaan sepasang kekasih ini harus terpisah karena Abram akan bertugas di Eropa sebagai pilot pesawat perang.

Beberapa bulan berselang, datanglah kabar duka kepada Lena, bahwa Abram sudah tewas dalam pertempuran tanpa ada surat-suratnya yang dibalas oleh Abram.

Halaman:

Tags

Terkini